: WIB    —   
indikator  I  

Pemerintah berjanji ajak Walt Disney berunding

Pemerintah berjanji ajak Walt Disney berunding

JAKARTA. Keputusan perusahaan penerbit asal Amerika Serikat (AS), The Walt Disney Company memboikot kertas dari Indonesia karena alasan lingkungan diyakini akan membawa dampak bagi industri kertas Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun berjanji akan mencermati isu tersebut.

Wakil Menteri Perdagagangan Bayu Krisnamurthi menyatakan, pihaknya akan mencoba menjelaskan ke Walt Disney bahwa Indonesia juga telah memproduksi kertas ramah lingkungan. "Kalau perlu kita ajak mereka lihat proses produksinya," ujar Bayu kepada wartawan di kantornya, Rabu (24/10).

Menurut Bayu, keputusan Walt Disney tidak lepas dari faktor bisnis. Kasus serupa pernah terjadi pada saat Unilever memboikot minyak sawit asal Indonesia. "Makanya, harus kita baca dengan bijak," ujarnya.

Berdasarkan catatan Bayu, nilai ekspor pulp dan kertas Indonesia ke seluruh dunia sepanjang tahun lalu mencapai US$ 5,8 miliar, terdiri dari kertas US$ 4,2 miliar dan pulp US$ 1,6 miliar. Sedangkan tahun ini nilainya diperkirakan masih akan tumbuh 5%-8%.

Sayang, Bayu tidak punya data ekspor ke Walt Disney. "Saya kira tidak banyak. Tetapi Disney punya dampak publikasi yang besar," ujarnya. Bayu pun mengaku belum mendapat keluhan dari eksportir pulp dan kertas.



Reporter Adisti Dini Indreswari
Editor Barratut Taqiyyah

BOIKOT KERTAS

Feedback   ↑ x
Close [X]