INDUSTRI
Berita
Pemerintah harus antisipasi ancaman krisis pangan

KRISIS PANGAN DUNIA

Pemerintah harus antisipasi ancaman krisis pangan


Telah dibaca sebanyak 1952 kali
Pemerintah harus antisipasi ancaman krisis pangan

JAKARTA. Pemerintah diminta untuk bergerak cepat untuk mengatasi ancaman krisis pangan yang akan terjadi di masa mendatang. Indonesia diperkirakan akan terpengaruh dengan ancaman krisis pangan yang akan melanda dunia.

"Melambungnya harga bahan pangan, terjadinya kegagalan pangan di berbagai negara terjadi karena adanya cuaca ekstrim," Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Arif Satria usai deklarasi wadah sarjana pertanian itu, di Jakarta, Sabtu (23/10).

Secara global, harga pangan dunia sudah naik hingga 35%. Ini terjadi karena tersendatnya pasokan akibat gagal panen akibat cuaca ekstrim. Arif Satria yang juga Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB itu bilang, salah satu cirinya bisa dilihat dari melambungnya harga benih jagung yang mencapai 36%, harga benih gandum yang mencapai 72%. "Sedangkan pupuk melonjak hingga 59% dan harga pakan 62%," terangnya.

Yang menjadi sumber masalah adalah cuaca yang ekstrim yang terjadi di tahun 2010. Banyak negara yang semula mengekspor gandum, membatalkan ekspornya karena gagal panen. Menurut Arif, PISPI sudah mengidentifikasi dampak cuaca ekstrim tahun ini itu akan berujung pada kelangkaan pangan.

Kasus di Rusia misalkan, dampak gelombang panas dan kebakaran hutannya Juni 2010 lalu membuat negara itu membatalkan ekspor gandumnya. Peristiwa lain adalah munculnya banjir di Pakistan, longsor di China (7 Agustus 2010), dan pecahnya es di Greenland (5 Agustus 2010), kekeringan dan kebakaran di Australia, suhu panas di Amerika.

”Bahkan sampai pertengahan tahun depan intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrim akan lebih sering terjadi Perubahan iklim global diproyeksikan akan berdampak pada produksi pangan dunia karena negara produsen cenderung mengamankan produksinya untuk kebutuhan dalam negeri,” ujar Arif.

Untuk itu, PISPI mengharapkan pemerintah membuat terobosan dan langkah kongkrit untuk mengatasi ancaman krisis pangan. Insentif dari pemerintah kepada petani wajib diberikan dalam bentuk bantuan benih, pestisida, pupuk dan jaminan harga yang layak bagi petani produsen.

Untuk mengatasi perubahan iklim, PISPI mengusulkan agar pemerintah memberikan petunjuk yang jelas apa yang harus dilakukan oleh petani produsen dalam menghadapi ketidakpastian musim. ”Jangan biarkan petani bergerak sendiri tanpa bimbingan pemerintah,” tambah Arif.

Telah dibaca sebanyak 1952 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..