INDUSTRI
Berita
Pengusaha pakan ikan bersiap menaikkan harga

IMBAS KENAIKAN KOMODITAS

Pengusaha pakan ikan bersiap menaikkan harga


Telah dibaca sebanyak 1733 kali
Pengusaha pakan ikan bersiap menaikkan harga

JAKARTA. Pengusaha pakan ikan bersiap menaikkan harga produknya, seiring terus melambungnya harga bahan baku pakan di bursa global, seperti jagung, bungkil kedelai dan tepung ikan.

Denny D. Indradjaja, Ketua Divisi Aquaculture, Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), mengatakan produsen pakan ikan dan udang kemungkinan bakal menaikkan harga jual produknya sebesar Rp 500/kilogram (kg) guna menutupi beban bahan baku yang terus membengkak.

"Kemungkinan sebesar itu, tapi tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan," ujar Denny kepada KONTAN, Minggu (17/4). Saat ini, pakan ikan dan udang biasanya dijual di kisaran Rp 8.000-Rp 9.000/kg.

Denny bilang, rencana ini disebabkan oleh terus melambungnya harga jagung, bungkil kedelai dan tepung ikan di bursa global. Pakan ikan sebenarnya tidak banyak menggunakan jagung sebagai bahan bakunya. Namun fluktuasi harga jagung ikut mempengaruhi harga bungkil kedelai dan tepung ikan yang menjadi bahan baku utama pakan ikan. "Jika harga jagung naik, harga bungkil dan tepung ikan juga ikut naik," jelas Denny.

Informasi saja, industri pakan ikan setidaknya membutuhkan bungkil kedelai dan tepung ikan sebanyak 150.000 ton/tahun. Kebutuhan sebanyak itu hampir seluruhnya ditutupi dengan jalan impor.

Harga jagung di bursa dunia sebenarnya sempat terkoreksi pada akhir pekan lalu. Harga jagung pengiriman Juli 2011 di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) per 15 April kemarin menyentuh US$ 7.5425/bushel. Harga ini menurun sekitar 4,37% dibanding rekor harga tertinggi yang pecah pada 11 April yaitu US$ 7.8875/bushel.

Telah dibaca sebanyak 1733 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..