INDUSTRI
Berita
Pertamina Bakal Coret Izin 200 SPBE

IZIN SPBE

Pertamina Bakal Coret Izin 200 SPBE


Telah dibaca sebanyak 2009 kali
Pertamina Bakal Coret Izin 200 SPBE

JAKARTA. Kendati pasar gas Elpiji terbuka luas, toh menjadi distributor gas Elpiji tidaklah mudah. Buktinya, hanya sekitar setengah dari 400 pemegang izin pendirian Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) mitra PT Pertamina (Persero) yang bisa merealisasikan usahanya. Maka Pertamina mengancam akan mencabut izin mereka.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Djaelani Sutomo mengatakan, Pertamina akan segera mencoret izin-izin SPBE yang pemiliknya belum bisa merealisasikan usahanya tersebut. Namun, Pertamina memberikan kelonggaran waktu kepada para pengusaha tersebut untuk merealisasikan usahanya hingga akhir 2010.

“Kami beri waktu sampai enam bulan, kalau sampai akhir tahun tidak ada kemajuan maka akan kami coret izinnya,” kata Djaelani, kepada KONTAN, kemarin (11/7). Selanjutnya, Pertamina akan mencari mitra-mitra baru untuk mengganti mereka. Soalnya, Pertamina perlu menambah SPBE untuk mendukung program konversi minyak tanah ke gas Elpiji yang telah dicanangkan pemerintah.

Djaelani memaparkan, boleh jadi, permasalahan belum terealisasinya SPBE meski mereka sudah mengantongi izin prinsip dari Pertamina yang berlaku satu tahun, tidak terletak pada pengusaha. "Kan bisa saja lokasi yang mereka usulkan belum disetujui Pemda setempat," jelasnya. Belum lagi mereka juga harus memiliki izin-izin lain, di antaranya terkait dengan lingkungan.

Catatan saja, pemerintah menugaskan Pertamina mendistribusikan tabung gas Elpiji sebanyak 52 juta tabung ukuran 3 kilogram (kg) dalam program konversi minyak tanah ke Elpiji sejak 2007.

Hingga kini, Pertamina sudah menyalurkan 44 juta tabung 3 kg. “Sisanya sebanyak 8 juta tabung masih ditender dan akan dikirimkan beberapa bulan mendatang. Program konversi kan selesai pada 2010 dan 2011,” kata Djaelani.

Tapi jumlah tabung Elpiji 3 kg yang kini beredar di pasar lebih banyak 16 juta unit dari yang dibagikan Pertamina. Toh, menurut Djaelani, itu normal. Karena ada tabung yang diisi ke SPBE dan terdapat tabung yang kembali ke masyarakat. “Ada tabung yang tersedia di rumah tangga, ada yang di gudang. Ini siklus normal jadi bukan ilegal,” ujarnya.

Pertamina di awal tahun ini meluncurkan mobile filling LPG atau kendaraan pengisian ulang elpiji 3 kg untuk mengatasi kekurangan pasokan Elpiji di daerah terpencil.

Februari lalu, Pertamina menyiapkan tiga mobile filling LPG untuk pendistribusian di Yogyakarta, Banten, dan Sulawesi. Pengadaan mobil isi ulang elpiji merupakan perpanjangan SPBE milik Pertamina di sejumlah wilayah.

Telah dibaca sebanyak 2009 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..