kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Didorong Ekspansi Korporasi, Properti Jakarta 2026 Diprediksi Tumbuh Solid


Rabu, 11 Februari 2026 / 18:32 WIB
Didorong Ekspansi Korporasi, Properti Jakarta 2026 Diprediksi Tumbuh Solid
ILUSTRASI. Didorong Ekspansi Korporasi, Properti Jakarta 2026 Diprediksi Tumbuh Solid (KONTAN/Vina Elvira)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar properti Jakarta diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang solid pada tahun 2026, didukung oleh aktivitas korporasi yang terus berkembang dan prioritas penyewa yang terus berubah. 

Laporan prospek pasar terbaru CBRE Indonesia menyoroti permintaan yang berkelanjutan di sektor perkantoran, industri dan logistik, ritel, serta perhotelan dalam jangka pendek hingga menengah. 

Anton Sitorus, Head of Research & Consulting CBRE mengungkapkan, stabilitas ekonomi Indonesia selama 5 tahun terakhir menjadi landasan bagi keputusan properti saat ini, mulai dari ekspansi multinasional hingga strategi investasi domestik.

Sebagai gambaran, Indonesia ini telah mempertahankan pertumbuhan PDB rata-rata tahunan sekitar 5% selama lima tahun terakhir dan, menurut perkiraan beberapa analis, diperkirakan akan mempertahankan laju serupa hingga 2028. 

Baca Juga: Cushman & Wakefield: Stok Perkantoran CBD Jakarta Tetap 7,4 Juta m² hingga Akhir 2025

“Target ambisius pemerintah untuk mencapai pertumbuhan 6–8% pada 2029—sebagai indikasi keyakinan yang kuat terhadap prospek jangka panjang Indonesia,” ungkap Anton, dalam media briefing, pada Rabu (11/2/2026). 

Pada sektor perkantoran di kawasan CBD, CBRE melihat adanya pandangan positif seiring dengan peningkatan penyerapan ruang kantor. Hal ini didukung oleh perpindahan kantor dan perluasan penyewa ke gedung-gedung berkualitas lebih tinggi.

Dia mencatat, tingkat okupansi di kawasan CBD mencapai sekitar 76% pada akhir 2025.

Wilayah non-CBD juga mengalami peningkatan ringan, dengan tingkat okupansi naik

menjadi sekitar 74%, didorong oleh permintaan yang stabil dari penyewa yang mencari lokasi strategis.

“Tren positif ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2026, didukung oleh permintaan aktif dari penyewa existing dan potensial di sektor manufaktur, energi, teknologi, dan jasa,” katanya. 

Baca Juga: Pasar Perkantoran Jakarta dan Surabaya Diprediksi Tumbuh Moderat Hingga 2028

Selain itu, permintaan di sektor industri dan logistik juga dinilai tetap kuat, didukung oleh peningkatan aktivitas investasi di bidang manufaktur, e-commerce, FMCG, dan bisnis terkait.

Faktor utama pertumbuhan permintaan tersebut sejalan dengan posisi Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik dan e-commerce yang terus mengubah perilaku konsumen. Dengan demikian, permintaan akan lahan industri dan fasilitas logistik modern telah melonjak. 

“Kekuatan ini tercermin dalam penyerapan lahan industri besar yang kuat sekitar 218 ha pada 2025. Dan tingkat okupansi tinggi di pusat logistik, sekitar 95% pada akhir 2025,” tuturnya. 

Baca Juga: Infrastruktur Jalan Terus Berkembang, Kawasan Komersial di Selatan Jakarta Bertambah

Kemudian ada sektor ritel, yang disebut tetap tumbuh stabil sepanjang tahun 2025, dengan tingkat okupansi tetap tinggi di atas 85% di semua kategori. 

Seiring dengan terus berkembangnya mal menjadi destinasi gaya hidup yang dinamis, pemilik mal yang secara konsisten berinovasi telah menikmati lalu lintas pengunjung yang tinggi dan tingkat okupansi yang sehat.

Mal-mal terkemuka kini menawarkan konsep pop-up yang dikurasi dan zona gaya hidup khusus yang dirancang untuk menarik pengunjung dan mendorong waktu tinggal yang lebih lama

“Mal-mal kelas atas tetap menjadi yang teratas, didukung oleh portofolio merek yang kuat dan posisi premium, mencapai tingkat okupansi sekitar 95% pada akhir tahun 2025,” tandasnya. 

Baca Juga: Pasar Properti Jakarta Membaik, permintaan Industri, Logistik dan Pusat Data melesat

Selanjutnya: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/2) Jabodetabek Hujan Amat Deras di Sini

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/2) Jabodetabek Hujan Amat Deras di Sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×