| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pertamina mulai lirik bisnis Petrokimia

Senin, 12 Maret 2018 / 16:34 WIB

Pertamina mulai lirik bisnis Petrokimia
ILUSTRASI. LAPORAN KINERJA PERTAMINA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) akhirnya melirik bisnis Petrokimia. 

Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik menyebut Pertamina sudah tertinggal dari segi produksi dari perusahaan migas negara tertangga.

Lebih menyedihkan lagi saat ini Pertamina juga tertinggal dari Malaysia karena tidak memiliki kilang petrokimia berkapasitas besar. Padahal Refinery and Petrochemical Integrated Development (RAPID) di Malaysia yang sudah dibangun selama tujuh tahun sudah siap berproduksi pada tahun depan.

Makanya Massa menyebut membangun bisnis Petrokimia saat ini penting bagi BUMN tersebut. Apalagi petrokimia bisa memberikan nilai tambah bagi Pertamina.

"Kita tidak punya value added product, Petrokimia tidak punya, kalau lihat itu sedih," ujar Massa di hadapan karyawan Pertamina yang hadir dalam acara Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2018 pada senin (12/3).

Massa bilang sejauh ini 90% bisnis Pertamina masih bergantung dari penjualan BBM yang harganya ditentukan oleh pergerakan harga minyak mentah dunia. Jika harga minyak mentah naik, maka harga BBM akan naik.

Begitu pula sebaliknya, jika harga minyak mentah turun maka harga BBM juga ikut turun. 

Makanya Massa ingin Pertamina memiliki bisnis Petrokimia. "Behaviour-nya ya komoditas, kalau kita sudah punya petrokimia yang kuat apalagi branded petrochem, yang mana saat ini kita belum punya.  Kita putuskan itu salah satu roadmap yang mau kita launching, janji saya satu tahun," kata Massa.

Sejauh ini Pertamina sedang melakukan studi untuk membangun proyek kilang. Pertamina juga sudah menyelesaikan roadmap pembangunan kilang Petrokimia hingga 2024. Roadmap tersebut bisa selesai pada pekan ini.

"Roadmap-nya kan kami sudah selesaikan minggu ini. Nanti kami akan komunikasikan. Jadi petrochemical itu harus jadi kemauan," jelas Massa.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, Gigih Prakoso menambahkan, dengan adanya keinginan untuk membangun proyek Petrokimia, maka investasi Pertamina akan bertambah. 

Sayangnya Gigih belum mau menyebut besaran dana investasi yang akan digunakan Pertamina untuk membangun proyek petrokimia. "Kita lihatlah nantinya,"imbuhnya.

Sejauh ini proyek Petrokimia yang akan dikerjakan oleh Pertamina masuk ke dalam proyek Grass Root Refinery (GRR) di Tuban. Ke depannya Gigih bilang Pertamina juga akan memasukan proyek kilang ke dalam pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP).

"Ada nanti kami pembangunan RDMP kan ada petrochemical-nya, selain itu kami lihat potensi yang ada,"ujar Gigih.


Reporter: Febrina Ratna Iskana
Editor: Herlina Kartika

ENERGI

Tag
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0505 || diagnostic_web = 0.2323

×