| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Produsen baja domestik minta perlindungan dari ancaman baja impor

Minggu, 11 Maret 2018 / 13:18 WIB

Produsen baja domestik minta perlindungan dari ancaman baja impor
ILUSTRASI. Produksi Baja PT Krakatau Steel

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proteksionisme industri dalam negeri Amerika Serikat (AS) yang dilakukan dengan menerapkan bea impor baja dan aluminium, menyebabkan pelaku industri baja nasional cemas. Pasalnya, aturan bea masuk itu diprediksi bakal berefek domino ke Indonesia.

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Purwono Widodo mengatakan, efek domino ini dikarenakan pasar baja China jadi menyempit. "Kemungkinan China akan mengalihkan alokasi ekspor ke AS menjadi ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (11/3).

Jika pengalihan ekspor tersebut terjadi, baja paduan China yang bebas bea masuk anti dumping akan membanjiri Indonesia. Menurut Purwono, apabila ini terjadi bisa mengakibatkan perdagangan yang tidak adil.

"Kami berharap pemerintah bisa mengambil tindakan dan melindungi baja lokal dari perdagangan tak adil itu," tuturnya. Adapun bentuk perlindungan yang ideal, menurut KRAS, ialah penegakkan aturan-aturan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) dan prasyarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

"Intinya, mengharuskan penggunaan produk domestik untuk yang sudah bisa diproduksi," kata Purwono.

KRAS akan memaksimalkan keunggulan produsen domestik dan melayani konsumen domestik dibandingkan dengan produk impor.

Sementara, produsen baja tulangan seperti PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) masih belum berharap banyak di tengah kondisi ini. Ia tak mengelak bahwa aturan bea masuk AS ini bakal mempengaruhi impor di Indonesia. "Tapi, dalam waktu dekat tampaknya belum terlihat," ujar Hadi Sutjipto, Direktur GDST kepada Kontan.co.id, Minggu (11/3).

Ia enggan berandai-andai dikarenakan pasar baja saat ini masih kesulitan. Apalagi kalau bukan soal harga bahan baku baja yang naik pesat akhir-akhir ini. "Jadi belum bisa (soal bea masuk AS) diprediksi," tutur Hadi.


Reporter: Agung Hidayat
Editor: Dupla Kartini

INDUSTRI BAJA

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0482 || diagnostic_web = 0.2261

×