INDUSTRI
Berita
PT Arpeni Pratama Ocean Line tambah dua armada

EKSPANSI BISNIS PERKAPALAN

PT Arpeni Pratama Ocean Line tambah dua armada


Telah dibaca sebanyak 2650 kali
PT Arpeni Pratama Ocean Line tambah dua armada

JAKARTA. Meski terseok-seok, perusahaan pelayaran PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk tak berhenti berekspansi. Sebentar lagi, Arpeni mendatangkan dua kapal dari China senilai US$ 82 juta.

Dua kapal yang akan tiba dua pekan mendatang bakal menjadikan total armada Arpeni mencapai 74 unit. "Kami telah merealisasikan pembelian dua unit kapal, berat mati 76.000 deadweight tonnage (DWT), masing-masing seharga US$ 41 juta," ujar Oentoro Surya, Presiden Direktur Arpeni, akhir pekan lalu.

Sebanyak 80% dari biaya ini akan ditutup dari pinjaman konsorsium UOB Singapura dan Southern East Bank. Kedua bank itu mengucurkan pinjaman bertenor 10 tahun dengan bunga 6% per tahun.

Sementara 20% sisanya ditambal dari kas internal. "Kedatangan kapal itu merupakan bagian dari pembelian empat kapal, dua kapal lainnya sudah didatangkan pada tahun 2011," paparnya.

Oentoro menambahkan, perusahaan saat ini memfokuskan bisnis ke pasar dalam negeri, misalnya dengan menggenjot kontrak pengangkutan batubara.

Dengan begitu, Arpeni berharap kondisi keuangan perusahaan dapat sehat kembali. Maklum saja Arpeni enggan menancap gas di luar negeri. "Pasar di luar negeri kurang bagus. Karena kondisi tidak pasti, terjadi kelebihan permintaan di luar negeri. Tapi, pemasaran dalam negeri masih menjanjikan," kata dia.

Oentoro mengatakan, perseroan juga berencana membayar utang US$ 20 juta atau sekitar Rp 180 miliar yang akan jatuh tempo tahun ini. Menurutnya, pembayaran utang telah dijadwalkan sesuai dengan rencana komposisi yang telah dibuat dalam program restrukturisasi.

Seperti diketahui, sebelumnya Arpeni baru saja menyelesaikan penjadwalan kembali penyelesaian utang dengan beberapa kreditur melalui pembelian utang kembali (buyback) senilai US$ 67,9 juta. Setelah buyback, utang modal kerja yang semula Rp 551,3 miliar akan turun menjadi Rp 328,8 miliar.

Tahun ini dia berharap pendapatan perseroan bisa menyentuh Rp 1,1 triliun, tumbuh 10% dari proyeksi pendapatan 2011 sekitar Rp 1 triliun. Lalu, perusahaan juga berharap bisa menghimpun laba bersih Rp 200 miliar.

Hingga September 2011, perusahaan mencatat kerugian bersih Rp 1,15 triliun atau naik 6% dibandingkan periode sama tahun 2010 yang sebesar Rp 1,09 triliun. Kenaikan kerugian ini salah satunya disebabkan oleh pendapatan jasa yang turun dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 952,52 miliar.

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 2650 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..