| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 -0,14%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tekstil dan makanan impor ilegal banjiri pasar

Minggu, 29 Agustus 2010 / 08:28 WIB

Tekstil dan makanan impor ilegal banjiri pasar

JAKARTA. Saat ini impor barang konsumsi ternyata mengalir makin deras. Mayoritas barang konsumsi itu adalah tekstil dan makanan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan barang-barang konsumsi sudah banyak beredar di Indonesia. "Saya mendapat laporan barang impor konsumsi tekstil dan makanan banyak beredar, industri banyak dibanjiri barang-barang itu," ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, asosiasi menengarai aliran barang konsumsi itu mulai meningkat selama bulan Agustus ini. "Jumlahnya mencapai 39%," imbuhnya. Sayangnya, data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berbeda dengan laporan yang diterima Hidayat. Menurut data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai peningkatan impor barang konsumsi didominasi kendaraan bermotor bukan tekstil dan makanan. "Ada ketidaksamaan laporan, mungkin saja terjadi masuknya barang-barang ilegal," kata dia.

Oleh sebab itu, Hidayat meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar safeguard seperti pemeriksaan barang dan perizinannya. Dengan begitu, bisa memastikan bukan barang-barang impor ilegal yang masuk ke Indonesia.

Bukan itu saja, Hidayat juga mempertanyakan perkembangan early warning system (EWS) arus barang impor. Sebab, melalui EWS bisa memberikan peringatan jika ada lonjakan impor di atas 8%. "Banyak barang konsumsi masuk, lonjakannya luar biasa tapi tidak ada laporan," kata mantan Ketua umum Kadin itu.

Direktur informasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Susiwijono mengaku belum menyusun metode analis penerapan EWS. Menurutnya, metode analis itu seharusnya dibuat oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan,

Berkaitan dengan lonjakan barang konsumsi impor, Susiwijono mengakui memang terjadi lonjakan."Jenis impor dengan peningkatan terbesar yakni kendaraan bermotor 299% dengan negara asal impor terbanyak dari Thailand," katanya.


Reporter: Hans Henricus
Editor: Djumyati Partawidjaja

Impor Ilegal

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0442 || diagnostic_web = 0.2116

Close [X]
×