: WIB    —   
indikator  I  

Visa berbayar tak menghalangi umrah

Visa berbayar tak menghalangi umrah

JAKARTA. Para pelaku bisnis umrah di Tanah Air tidak khawatir jumlah jemaah umrah bisa berkurang pasca Kerajaan Arab Saudi menerapkan kebijakan visa progresif berbayar bagi jemaah yang sudah pergi umrah di periode tiga tahun terakhir.

Misalnya saja First Travel. Menurut Andika Surachman pemilik First Travel, bisnis travel umrah yang ia pimpin tidak terlalu terpengaruh kebijakan visa berbayar tersebut. Meski ada juga calon jemaah umrah yang menunda keberangkatan ke Tanah Suci . "Ada pengaruh, tapi tidak banyak, kebanyakan yang memutuskan mundur dari kalangan menengah bawah," katanya kepada KONTAN, Senin (23/1).

Asal tahu saja, biro wisata ini menawarkan paket umrah bagi kelas ekonomi hingga premium. Lantaran memiliki pasar yang luas, Andika optimistis, jumlah jemaah umrah yang berangkat dari First Travel bisa naik. Adapun tahun lalu, perusahaan ini memberangkatkan sekitar 60.000 jemaah umrah. "Setiap tahun kami selalu menargetkan pertumbuhan 20% dan kami yakin bisa terus tumbuh," ucapnya.

Senada seirama, Alfa Edison, pemilik Alfa Tours menyebutkan, kebijakan visa berbayar tidak mempengaruhi laju bisnis perusahaan ini.

Sepanjang 1437 H atawa periode Oktober 2015 hingga Juli 2016, Alfa Tours bisa memberangkatkan 1.200 jemaah umrah. Nah untuk periode tahun 1438 H atau November 2016 hingga Juli 2017, Alfa membidik jumlah jemaah umrah 25% lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya. "Tahun 1438 H kami menargetkan tetap tumbuh, dengan memberangkatkan 1.500 jemaah umrah," ujar Alfa.

Muharom Ahmad, pemilik Wahana Mitra, juga menyatakan hal serupa dengan pemilik wisata umrah lainnya. Menurut di awal periode 1438 H ini, bisnis umrah belum terasa efek visa berbayar.

Apalagi Wahana Mitra biasanya membidik target pasar jemaah umrah dari kalangan menengah ke atas. Perusahaan ini menawarkan paket umrah di kisaran harga Rp 27 juta per paket.

Menurut Muharom, tahun lalu pihaknya sudah memberangkatkan sebanyak 250 jemaah umrah ke Tanah Suci. Adapun tahun ini, ia menargetkan jumlah jemaah umrah yang berangkat bisa bertambah 20% menjadi sekitar 300 jemaah.


Reporter Ramadhani Prihatini
Editor Rizki Caturini

INDUSTRI PARIWISATA

Feedback   ↑ x
Close [X]