: WIB    --   
indikator  I  

Wika Beton bidik proyek infrastruktur pemerintah

Wika Beton bidik proyek infrastruktur pemerintah

JAKARTA. Setelah menyelesaikan proyek infrastruktur pemerintah Simpang Susun Semanggi yang akan diresmikan pada 17 Agustus mendatang, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) alias Wika Beton bersiap untuk memasok produk untuk proyek-proyek pemerintah lainnya. Salah satu yang menjadi andalah adalah proyek light rail transit (LRT) Jakarta.

Dengan panjang 8 kilometer, proyek yang diperuntukkan dalam rangka Asian Games ini sedang dalam proses produksi dan instalasi. "Produksinya semuanya akan kami lakukan di pabrik Karawang dan Subang yang masing-masing berkapasitas 15 segment," ungkap Direktur Teknik dan Sistem Manajemen Wika Beton Sidiq Purnomo di Jakarta, Rabu (9/8).

Selain proyek LRT, Wika Beton juga terlibat dalam proyek proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta, proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda, jalan layang non-tol Tendean-Ciledug paket Kebayoran Lama-Seskoal, dan pembangkit listrik di Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatra Utara. Serta, proyek jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) yang menurut Sidiq sedang proses memasuki seksi ketiga.

Tak puas, Wika Beton juga tengah membidik beberapa proyek infrastruktur lain milik penerintah. Namun, Sidiq enggan berkomentar lebih jauh karena masih belum ada keputusan final. "Yang pasti, proyek yang sedang dalam pembahasan itu tol baru, energi, dan oil and gas," lanjutnya.

Total tahun ini Wika Beton menargetkan nilai kontrak Rp 7 triliun yang sekitar 40% di antaranya berasal dari proyek pemerintah. Hingga Juni, Wika Beton mengantongi kontrak Rp 3,5 triliun.

Wika Beton juga telah meraih pendapatan Rp 2 triliun sampai Juni, naik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,3 triliun. Sampai akhir tahun, Wika Beton berharap dapat memperoleh pendapatan hingga Rp 5,4 triliun.


Reporter Siti Maghfirah
Editor Wahyu Rahmawati

PROYEK INFRASTRUKTUR

Feedback   ↑ x
Close [X]