kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

2010, Investasi di Sektor Benih Naik 10%


Jumat, 04 Juni 2010 / 11:11 WIB


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |

JAKARTA. Tahun ini, investasi di sektor benih diperkirakan naik 10% dari tahun lalu hanya Rp 5 triliun. Tujuan investasi ini untuk mengerek produksi benih yang ditargetkan naik sekitar 30%.

“Investasi itu digunakan untuk perluasan areal produksi dan peningkatakan kapasitas mesin, karena tahun ini kita tergetkan pertumbuhan produksi rata-rata sekitar 30%,” kata Sekerataris Jenderal Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) Sidi Asmono.

Menggemuknya investasi benih tersebut banyak dilakukan oleh produsen bibit yang bergerak di sektor tanaman pangan, perkebunan serta hortikultura. Tetapi, ada juga investasi dari produsen yang tengah mengembangkan pabrik baru; yaitu Mosanto. Asal tahu saja, Monsanto telah membuka dua pabrik barunya di Jawa Timur untuk pengembangan produksi padi dan jagung pada bulan April 2010 lalu.

Meningkatnya investasi di sektor benih ini sejalan dengan program pemerintah untuk menggenjot produksi beberapa komoditi tanaman pangan; terutama jagung dan kedelai. Pasalnya, dua komoditi ini bisa menjadi cadangan pangan pengganti beras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×