kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

2011, Garuda patok laba Rp 150 M


Sabtu, 06 November 2010 / 07:20 WIB
ILUSTRASI. Website Pajak Kena Hack


Reporter: Fitri Nur Arifenie

JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) diperkirakan akan kesulitan mengerek laba pada tahun 2011 mendatang. Persaingan yang ketat di rute internasional, yaitu Amsterdam, membikin Garuda memasang target laba tahun depan hanya Rp 150 miliar.

Laba perusahaan penerbangan pelat merah ini makin kisut saja. Tahun lalu, Garuda bisa meraup laba sebesar Rp 900 miliar; dan diperkirakan anjlok menjadi Rp 170 miliar pada tahun 2010 ini.

Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero), Sahala Lumban Gaol mengakui, persaingan rute internasional cukup ketat. "Tahun depan, meski laba Garuda hanya sebesar Rp 150 miliar. Tapi saya yakin potensinya akan bagus sekali," kata Sahala di Jakarta, Jumat (5/11).

Sahala menghitung, tidak hanya Garuda yang labanya bakal babak belur pada tahun depan, tetapi juga maskapai lain yang juga memiliki penerbangan internasional. "Kita terpengaruh juga, namun jika dilihat prospek bisnisnya cukup bagus. Internasional sudah mulai lumayan," kata Sahala.

Hingga kuartal ketiga tahun ini, Garuda merugi sebesar Rp 39,5 miliar. Padahal sepanjang kuartal ketiga tahun ini, Garuda memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp 11,78 triliun.

"Garuda memang sangat agresif dalam ekspansi rute pada tahun ini. Hingga November sudah untung sebesar Rp 160 miliar. Kemudian masuk musim haji akan tambah. Nanti akhir tahun bisa mencapai Rp 170 miliar," jelas Sahala.

Segendang seperjogetan dengan Sahala, Deputi Infrastruktur dan Logistik, Kementrian BUMN, Sumaryanto melihat, prospek Garuda sebagai perusahaan penerbangan masih bagus. Apalagi, Garuda memiliki banyak rute. "Bisnis penerbangan itu kan bisnis musiman. Dan baru akan peak seassion pada kuartal IV sekitar November dan Desember ditambah masih akan musim haji," kata Sumaryanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×