CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

50% kebutuhan gula di Indonesia masih impor


Senin, 05 Oktober 2015 / 16:08 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kebutuhan gula di Indonesia mencapai 5 juta ton per tahun, namun baru bisa memenuhi maksimal 2,5 juta ton per tahun. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, pemerintah mengimpor gula dari negara lain.

"Untuk memenuhi kebutuhan gula yang hampir 50% kita masih mengimpor dari negara lain seperti Thailand, Australia, Brasil dan negara importir lainnya," kata Direktur Produksi PTPN 12 Suwarno kepada Kompas.com di Banyuwangi Minggu (4/10).

Menurut dia, untuk bisa memenuhi kebutuhan gula di Indonesia, pihaknya mendorong petani lokal untuk menanam tebu. "Daripada mengimpor gula mentah kan lebih baik jika petani lokal beralih menanam tebu," ucapnya.

Ia menjelaskan, saat ini di Indonesia ada 54 pabrik gula yang masih beroperasi dan sebagian besar berada di wilayah Jawa Timur.

"Ada rencana untuk membangun 10 pabrik gula lagi yang tersebar di Indonesia agar kita tidak perlu lagi mengimpor gula dari negara lain," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×