kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

50% kebutuhan gula di Indonesia masih impor


Senin, 05 Oktober 2015 / 16:08 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kebutuhan gula di Indonesia mencapai 5 juta ton per tahun, namun baru bisa memenuhi maksimal 2,5 juta ton per tahun. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, pemerintah mengimpor gula dari negara lain.

"Untuk memenuhi kebutuhan gula yang hampir 50% kita masih mengimpor dari negara lain seperti Thailand, Australia, Brasil dan negara importir lainnya," kata Direktur Produksi PTPN 12 Suwarno kepada Kompas.com di Banyuwangi Minggu (4/10).

Menurut dia, untuk bisa memenuhi kebutuhan gula di Indonesia, pihaknya mendorong petani lokal untuk menanam tebu. "Daripada mengimpor gula mentah kan lebih baik jika petani lokal beralih menanam tebu," ucapnya.

Ia menjelaskan, saat ini di Indonesia ada 54 pabrik gula yang masih beroperasi dan sebagian besar berada di wilayah Jawa Timur.

"Ada rencana untuk membangun 10 pabrik gula lagi yang tersebar di Indonesia agar kita tidak perlu lagi mengimpor gula dari negara lain," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×