kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.996   -53,00   -0,31%
  • IDX 7.172   124,14   1,76%
  • KOMPAS100 991   18,84   1,94%
  • LQ45 725   9,33   1,30%
  • ISSI 256   5,29   2,11%
  • IDX30 392   3,46   0,89%
  • IDXHIDIV20 486   -1,18   -0,24%
  • IDX80 111   1,74   1,59%
  • IDXV30 134   -1,04   -0,77%
  • IDXQ30 128   0,96   0,76%

50% kebutuhan gula di Indonesia masih impor


Senin, 05 Oktober 2015 / 16:08 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kebutuhan gula di Indonesia mencapai 5 juta ton per tahun, namun baru bisa memenuhi maksimal 2,5 juta ton per tahun. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, pemerintah mengimpor gula dari negara lain.

"Untuk memenuhi kebutuhan gula yang hampir 50% kita masih mengimpor dari negara lain seperti Thailand, Australia, Brasil dan negara importir lainnya," kata Direktur Produksi PTPN 12 Suwarno kepada Kompas.com di Banyuwangi Minggu (4/10).

Menurut dia, untuk bisa memenuhi kebutuhan gula di Indonesia, pihaknya mendorong petani lokal untuk menanam tebu. "Daripada mengimpor gula mentah kan lebih baik jika petani lokal beralih menanam tebu," ucapnya.

Ia menjelaskan, saat ini di Indonesia ada 54 pabrik gula yang masih beroperasi dan sebagian besar berada di wilayah Jawa Timur.

"Ada rencana untuk membangun 10 pabrik gula lagi yang tersebar di Indonesia agar kita tidak perlu lagi mengimpor gula dari negara lain," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×