Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menyatakan realisasi marketing sales hingga April 2026 masih berjalan sesuai target tahunan, dengan penjualan produk residensial (rumah tapak) masih menjadi penopang utama kinerja.
Direktur PT Metropolitan Land Tbk Olivia Surodjo mengatakan, hingga April 2026, perusahaan membukukan marketing sales sebesar Rp 677 miliar dari target marketing sales tahun ini sebesar Rp 2 triliun.
"Hingga April 2026, kinerja MTLA masih on track sesuai target tahunan, dengan membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar dari target Rp2 triliun, yang terdiri dari presales dan marketing revenue, terutama ditopang penjualan produk residensial rumah tapak," ujar Olivia kepada Kontan.co.id, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Lanjut Kembangkan Proyek Baru, Kucurkan Capex Rp 790 Miliar
MTLA menilai, prospek pasar properti residensial masih cukup terjaga hingga akhir tahun, meski terdapat tantangan dari sisi suku bunga maupun kondisi ekonomi.
Menurut Olivia, pergerakan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
"Pergerakan suku bunga KPR memang jadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, namun kami melihat kebutuhan hunian, khususnya untuk end-user, masih cukup baik," katanya.
Ia menambahkan, dampak kenaikan suku bunga KPR diperkirakan baru akan terlihat dalam beberapa bulan mendatang.
Secara keseluruhan, pihaknya berharap prospek bisnis properti hingga akhir 2026 tetap terjaga terutama pada segmen residensial menengah dan kawasan berkembang.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Masih Terpukul, Produsen Andalkan Diskon untuk Genjot Omzet
Di sisi lain, pasar properti residensial tahun ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari dinamika ekonomi hingga persaingan industri yang semakin kompetitif.
Untuk menjaga pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, MTLA mengandalkan strategi pengembangan produk yang lebih adaptif, memperkuat recurring income, hingga menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
"Selain itu, kami juga tetap menjaga kesehatan arus kas dan struktur keuangan," tandas Olivia.
MTLA membukukan pendapatan Rp 362,14 miliar pada kuartal I-2026, turun 0,91% dari Rp 365,50 miliar di kuartal I 2025.
MTLA mengantongi laba bersih Rp 62,16 miliar di akhir kuartal I-2026, turun 17,45% YoY dari Rp 75,30 miliar. Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 8,12 per kuartal I 2026, turun dari Rp 9,84 di periode sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













