Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah kondisi pasar properti yang masih dibayangi beragam tantangan.
Tahun ini, Metropolitan Land mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 790 miliar untuk mendukung pengembangan proyek baru hingga pembangunan infrastruktur kawasan.
Direktur PT Metropolitan Land Tbk Olivia Surodjo mengatakan, penggunaan capex dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini.
Baca Juga: Perkembangan Terapi Kanker Modern Pesat, Kebutuhan Apoteker Onkologi Meningkat
"Capex 2026 sekitar Rp 790 miliar yang digunakan untuk belanja lahan, infrastruktur proyek dan pembangunan bbrp proyek baru, namun kami bekerja dengan skala prioritas dalam pembelanjaannya mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini," ujar Olivia kepada Kontan.co.id, Rabu (27/5/2026).
Sejalan dengan strategi ekspansi tersebut, MTLA melanjutkan pengembangan dan pemasaran sejumlah proyek residensial baru untuk menjaga momentum penjualan.
Pada tahun ini, perusahaan melanjutkan pemasaran beberapa klaster baru mulai dari cluster Neora di Metland Menteng, cluster Kertanata di Metland Kertajati, hingga cluster Brassia Garden di Metland Cikarang. Selain itu, MTLA juga menyiapkan pre launch proyek residensial baru di Manado, Sulawesi Utara.
Di tengah dinamika industri, MTLA juga mengandalkan strategi pengembangan yang lebih adaptif melalui diversifikasi produk dan penguatan pendapatan berulang atau recurring income.
"MTLA menerapkan strategi pengembangan yang adaptif melalui pengembangan produk yang beragam, penguatan recurring income serta pengembangan kawasan yang berkelanjutan. Selain itu, kami juga tetap menjaga kesehatan arus kas dan struktur keuangan," kata Olivia.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Masih Terpukul, Produsen Andalkan Diskon untuk Genjot Omzet
Selain bisnis residensial, MTLA juga terus memperkuat lini komersial sebagai salah satu penopang recurring income. Menurut manajemen, bisnis komersial menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
"Kinerja bisnis komersial dan recurring income menunjukkan tren yang positif seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan tingkat okupansi tenant," ujar Olivia.
MTLA saat ini juga masih melanjutkan pengembangan sejumlah aset komersial, termasuk hotel dan kawasan mixed-use, di antaranya Metland Marron Hotel di Tomohon maupun G’Avenue yang berada di area Grand Metropolitan.
"Kami juga terus melakukan inovasi program dan optimalisasi aset komersial guna menjaga pertumbuhan recurring income," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













