kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

54.000 warga komplain subsidi listrik dicabut


Senin, 12 Juni 2017 / 20:15 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Sebanyak 54.000 pelanggan listrik dari 18,7 juta pelanggan listrik 900 Volt Amphere yang subsidinya dicabut oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)mengajukan komplain ke Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Mereka menganggap masih berhak mendapatkan subsidi listrik. Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan, dari 54.000 warga itu datanya sedang di sinkronkan apakah memang benar mereka berhak mendapatkan subsidi.

"Dari 18,7 juta yang komplain 54.000 orang. Datanya ada di TNP2K sedang di pemadanan," terangnya di Gedung DPR, Senin (12/7).

Sofyan menganggap, ada ketidaktepatan temuan di lapangan. Sehingga masih banyak warga yang komplain atas pencabutan subsidi itu. Misalnya, ada warga yang belum memiliki kartu miskin, yang pada akhirnya kelurahan mendata bahwa subsidinya berhak dicabut.

"Yang warga miskin akhirnya mereka kelurahan minta kartu miskin baru dapat, dan berhak subsidinya untuk tidak dicabut," jelasnya.

Dari data yang terlapor melalui kartu miskin itu. Sofyan bilang, angka kemiskinan menigkat dari yang tadinya 15,5 juta naik menjadi 25,4 juta lebih. "Kalau setelah didata yang 54.000 itu berhak mendapatkan subsidi. Ya otomatis subsidinya tidak akan dicabut," tandasnya.

Seperti diketahui pelaksanaan pencabutan subsidi 900 VA kini meninggalkan 4,1 juta pelanggan miskin yang tetap mendapatkan tarif murah, yakni Rp 605 per kWh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×