kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tekan biaya subsidi listrik, PLN lakukan efisiensi


Sabtu, 20 Desember 2014 / 15:06 WIB
Tekan biaya subsidi listrik, PLN lakukan efisiensi
ILUSTRASI. 5 Cara Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Biru Gadget.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan efisiensi biaya operasional. Maklum, dalam APBN 2015 pemerintah hanya mengalokasikan subsidi listrik Rp 68,68 triliun. Angka ini lebih kecil dibanding subsidi listrik di APBN-P 2014 yang Rp 107,1 triliun.

Adi Supriono, Sekretaris Perusahaan PLN, mengatakan, salah satu upaya efisiensi yang dilakukan adalah dalam proses pengadaan barang. Caranya, dengan menerapkan e-Procurement dan joint procurement. Sistem ini memungkinkan PLN mendapatkan harga barang yang lebih murah. PLN juga terus menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada sejumlah pembangkit listrik milik mereka. "Kami terus berkomitmen melakukan efisiensi di semua sektor,” kata Adi, Jumat (19/12).

Makanya, PLN juga melakukan efisiensi susut jaringan. Maksudnya, mengurangi energi listrik yang hilang selama proses pendistribusian dari pembangkit sampai ke konsumen. Pada 2008 lalu, susut jaringan energi listrik yang dikelola PLN berkisar 10,06%. Di 2013, angka susut jaringan PLN menciut menjadi 9,3% hingga 9,4% saja.

Agus Pambagyo, pengamat kebijakan publik, langkah efisiensi PLN bisa berdampak baik bagi kebijakan tarif listrik tahun depan. Sebab, mulai Januari 2015, pemerintah akan menerapkan tarif listrik nonsubsidi untuk 12 golongan pelanggan PLN.

Alhasil, tarif listrik bisa naik atau turun setiap bulan sesuai perkembangan biaya produksi. Kelompok pelanggan yang terkena kebijakan itu, misalnya, rumahtangga dengan daya 1.300 VA. “Upaya efisiensi ini bisa menurunkan tarif listrik nonsubsidi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×