kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

75.000 ton garam impor akan banjiri Indonesia


Selasa, 01 Agustus 2017 / 20:27 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah membuka keran impor garam dari Australia untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Total garam yang akan masuk ke Indonesia sebanyak 75.000 ton.

"Kan ada tanggal (masuknya garam impor). Kemarin rencana masuk tanggal 10 Agustus 2017," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya di Jakarta, Selasa (1/8).

Keputusan impor garam dilakukan pemerintah menyusul lonjakan harga garam. Lonjakan harga garam itu terjadi akibat kelangkaan garam di pasaran.

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Garam, ditugasi pemerintah untuk mengeksekusi kebijakan impor garam sebanyak 75.000 ton tersebut.

Saat ini tutur Brahmantya, kebutuhan garam konsumsi mencapai 4 juta ton per tahun. Sementara itu produksi garam oleh petani garam hanya mencapai 2,5 juta ton per tahun dan 500.000 ton dari PT Garam.

Meski produksi garam konsumsi masih terbatas, pemerintah yakin angkanya akan naik dari 2,5 juta ton. Hal itu menyusul adanya sejumlah program untuk meningkatkan produksi garam petani.

Brahmantya menuturkan kendala produksi garam petani. Masalah utamanya tutur ia yaitu musim. Bila curah hujan tinggi, maka proses produksi garam bisa jadi terganggu dan tidak optimal. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×