kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.914   -281,38   -4,54%
  • KOMPAS100 783   -41,23   -5,00%
  • LQ45 590   -29,77   -4,81%
  • ISSI 205   -9,46   -4,41%
  • IDX30 334   -15,33   -4,38%
  • IDXHIDIV20 413   -15,06   -3,52%
  • IDX80 89   -4,94   -5,27%
  • IDXV30 113   -4,40   -3,74%
  • IDXQ30 108   -4,14   -3,69%

ABB Luncurkan UniSec SPLN, Panel Listrik yang Disebut Sesuai Standar PLN


Rabu, 03 Juni 2026 / 14:47 WIB
ABB Luncurkan UniSec SPLN, Panel Listrik yang Disebut Sesuai Standar PLN
ILUSTRASI. Turbocharger ABB (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ABB Indonesia, meluncurkan UniSec SPLN, panel hubung bagi tegangan menengah (PHBTM). Produk ini menurut ABB telah memenuhi standar SPLN untuk jaringan distribusi PLN.

ABB adalah perusahaan teknologi multinasional asal Swiss-Swedia yang bergerak di bidang elektrifikasi, robotika, dan otomatisasi industri. Perusahaan ini menyediakan berbagai solusi perangkat keras dan perangkat lunak untuk membantu sektor manufaktur, energi, dan infrastruktur beroperasi lebih produktif dan berkelanjutan

Produk tersebut menjadi switchgear global pertama yang diadaptasi secara khusus agar sesuai dengan standar teknis PLN. ABB menyebut proses penyesuaian dilakukan melalui serangkaian pengujian dan modifikasi sebelum memperoleh persetujuan pada 2025 dan mulai diperkenalkan ke pasar Indonesia tahun ini.

Baca Juga: Fullerton Health Rampungkan Akuisisi AdMedika dan TelkoMedika dari Telkom Group

Masuknya UniSec SPLN ke dalam skema pengadaan PLN dinilai membuka peluang baru bagi ABB di tengah kebutuhan modernisasi infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Pemerintah dan PLN saat ini tengah memperluas jaringan listrik sekaligus meningkatkan keandalan sistem distribusi guna mengimbangi pertumbuhan konsumsi listrik.

Manager Sub Bidang Distribusi PLN UID Jakarta Raya, Dwika Sektiawan, mengatakan pemenuhan standar SPLN menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur distribusi listrik.

Menurut dia, penggunaan peralatan yang telah memenuhi persyaratan teknis nasional dapat mendukung upaya PLN menghadirkan sistem distribusi yang lebih andal dan terstandarisasi.

ABB juga menyebut produk tersebut memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 25%. Angka tersebut berasal dari proses modifikasi dan penyesuaian yang dilakukan tim ABB di Indonesia.

Electrification Commercial Business Lead ABB Indonesia Ken Yap mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengombinasikan teknologi global dengan kebutuhan pasar lokal.

"Tahun ini menjadi tahap awal implementasi dan penggunaannya di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).

Seiring meningkatnya kebutuhan investasi di sektor ketenagalistrikan, ABB menilai permintaan terhadap peralatan distribusi listrik yang memenuhi standar nasional akan terus bertumbuh. Produk PHBTM sendiri berperan dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik pada jaringan distribusi tegangan menengah.

Baca Juga: KAI Catat 493 Juta Penumpang pada 2025, Laba Bersih Naik Jadi Rp2,3 Triliun

Untuk memperluas pemahaman dan penggunaan teknologi tersebut, ABB juga akan menggelar pelatihan teknis kepada unit-unit PLN melalui program ABB Medium Voltage Experience Roadshowyang akan digelar di delapan kota di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. 

Program tersebut difokuskan pada pengenalan teknologi distribusi tegangan menengah dan peningkatan kapasitas teknis pengguna.

Di tengah dorongan transisi energi dan meningkatnya kebutuhan listrik nasional, perusahaan penyedia peralatan kelistrikan melihat peluang pertumbuhan tidak hanya dari pembangunan pembangkit baru, tetapi juga dari modernisasi jaringan distribusi yang menjadi tulang punggung penyaluran listrik ke pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×