kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.984   137,00   0,77%
  • IDX 5.913   -282,11   -4,55%
  • KOMPAS100 785   -39,51   -4,79%
  • LQ45 593   -26,17   -4,23%
  • ISSI 205   -9,58   -4,46%
  • IDX30 337   -12,75   -3,65%
  • IDXHIDIV20 416   -11,96   -2,79%
  • IDX80 89   -4,50   -4,81%
  • IDXV30 114   -3,84   -3,27%
  • IDXQ30 109   -3,40   -3,03%

KAI Catat 493 Juta Penumpang pada 2025, Laba Bersih Naik Jadi Rp2,3 Triliun


Rabu, 03 Juni 2026 / 13:56 WIB
KAI Catat 493 Juta Penumpang pada 2025, Laba Bersih Naik Jadi Rp2,3 Triliun
ILUSTRASI. KAI Siapkan Puluhan Ribuan Tiket Kereta Api untuk Mudik Gratis BUMN (Dok/PT KAI)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, ditandai dengan peningkatan jumlah penumpang, pertumbuhan laba bersih, serta kenaikan kontribusi kepada negara.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api, KAI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada 2025. Angka tersebut tumbuh 2% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,2 triliun.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan yang diangkut perseroan sepanjang 2025 mencapai 493 juta perjalanan. Realisasi tersebut meningkat 9% dibandingkan tahun 2024.

"Dari 493 juta pelanggan tersebut, sebanyak 452 juta merupakan pelanggan layanan public service obligation (PSO)," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Gedung Parlemen, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: TPOMI 2026 Dorong Pabrik Kelapa Sawit Beralih ke Teknologi Cerdas dan Rendah Emisi

Peningkatan jumlah penumpang tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan dari layanan angkutan penumpang. Sepanjang 2025, pendapatan segmen ini mencapai Rp12,9 triliun, naik 8,8% dibandingkan Rp11,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Selain mencatat pertumbuhan volume penumpang, KAI juga berhasil meningkatkan kualitas layanan operasional. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan atau on time performance (OTP) mencapai 99,53%, lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 99,45%.

Sementara itu, tingkat ketepatan waktu kedatangan mencapai 95,93%, melampaui target perusahaan yang sebesar 94,20%. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan efisiensi dan keandalan layanan transportasi kereta api nasional.

Di sisi lain, bisnis angkutan barang juga mencatat pertumbuhan volume. Sepanjang 2025, KAI mengangkut 70 juta ton barang, meningkat dibandingkan 69 juta ton pada 2024.

Namun demikian, peningkatan volume angkutan barang belum sepenuhnya tercermin pada pendapatan. Pendapatan dari bisnis angkutan barang tercatat turun tipis 1% menjadi Rp12,7 triliun.

Baca Juga: Pyridam Farma Genjot Produk Bernilai Tinggi, Penjualan Kuartal I-2026 Tumbuh 11,8%

Secara keseluruhan, KAI membukukan pendapatan sekitar Rp35,7 triliun pada 2025. Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization atau EBITDA) meningkat 7% menjadi Rp8,3 triliun, dibandingkan Rp7,8 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan tersebut turut mendorong peningkatan aset perusahaan. Total aset KAI pada akhir 2025 mencapai Rp106,1 triliun, tumbuh 9,4% dibandingkan posisi tahun 2024 yang sebesar Rp97 triliun.

Tak hanya itu, kontribusi KAI terhadap penerimaan negara juga mengalami peningkatan signifikan. Setoran perusahaan kepada negara mencapai Rp6,8 triliun pada 2025, meningkat dari Rp4,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Menurut Bobby, pencapaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya kinerja operasional dan finansial perseroan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×