kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS935.000 1,08%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Ada enam pusat perbelanjaan di Jabodetabek selesai dibangun tahun ini


Rabu, 07 April 2021 / 20:25 WIB
Ada enam pusat perbelanjaan di Jabodetabek selesai dibangun tahun ini
ILUSTRASI. Colliers menyebutkan, akan ada enam pusat perbelanjaan di Jabodetabek selesai dibangun tahun ini.

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Colliers International Indonesia menyebutkan, akan ada enam pusat perbelanjaan baru di kawasan Jabodetabek yang diperkirakan selesai tahun ini dan menambah sekitar 170.000 meter persegi pasok baru.

Dalam pemaparan yang berlangsung virtual, Colliers memaparkan, kondisi usaha di bidang ritel, meski ada dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, sejumlah indikasi telah menunjukkan potensi pemulihan ekonomi.

"Saat ini tingkat kunjungan yang terjadi di mal baru sekitar 30% sampai 40% dibandingkan dengan waktu normal. Sedangkan okupansi mal di Jakarta berkurang 6% menjadi hanya 73,1%, sedangkan di daerah Bodetabek turun 8% menjadi 71,2%," kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, Rabu (7/4).

Baca Juga: Lima mal baru ini segera ramaikan Bekasi

Ia melanjutkan, dalam pengembangan dan pembangunan ritel atau pusat perbelanjaan, sejumlah pihak saat ini cenderung untuk ke luar Jakarta yaitu ke berbagai daerah di sekitar Ibukota karena relatif masih terdapat lahan kosong yang lebih banyak dibandingkan di dalam Jakarta.

Berdasarkan data Colliers, total pasok ruang ritel di Jakarta tercatat 4,83 juta meter persegi, sedangkan di Bodetabek tercatat 2,84 juta meter persegi.

Beberapa pengelola masih menunggu saat yang tepat untuk mengoperasikan mal atau pusat perbelanjaan baru. "Yang mereka cari bagaimana saat grand launching (peluncuran akbar), pengunjungnya bisa normal kembali," ujarnya.

Ferry mengakui, PPKM berdampak sangat berat, baik kepada pengelola mal maupun penyewa gerai di dalam pusat perbelanjaan itu sendiri, karena tingkat trafik (kerumunan) berkurang drastis sebagai dampak dari pandemi.

Adapun rerata tarif sewa di mal yang terletak di Jakarta dan Bodetabek masih cenderung stabil, yakni masing-masing Rp545.079 per meter persegi dan Rp396.586 per meter persegi.

"Kami prediksi, rerata tarif sewa di Jakarta akan meningkat sedikit akibat mulai beroperasinya satu mal kelas atas. Lalu, kenaikan UMR dan inflasi juga akan memicu kenaikan biaya pemeliharaan di 2022. Namun hingga akhir 2021, harga masih akan cenderung stabil," kata Ferry.

 

Selanjutnya: Colliers: Larangan mudik bisa jadi peluang hotel di Jakarta

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
(VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2 Panduan cepat Strategi Pemasaran Berbasis KPI

[X]
×