kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ada Perubahan Sistem Booking di Pelabuhan Tanjung Priok, Ini Tanggapan Toyota


Senin, 27 Maret 2023 / 21:46 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat kontainer berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan Terminal Booking System (TBS) di Pelabuhan Tanjung Priok menimbulkan antrean panjang truk kontainer.

Dalam catatan KONTAN, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menjelaskan, penerapan aturan sistem baru tersebut mengakibatkan truk yang hendak berangkat untuk tujuan ekspor harus menunggu berhari-hari.

Gemilang bilang, slot yang diberikan yakni sebanyak 200 truk per slot untuk setiap dua jam. Sementara itu, rerata lalu lintas setiap dua jam disebut mencapai 500 truk.

Menanggapi hal itu, Direktur Operasional PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam pun turut memberikan tanggapan. Ia mengatakan sampai dengan saat ini penerapan siatem TBS tersebut belum berdampak pada proses ekspor mobil yang dilakukan oleh Toyota.

Baca Juga: Berhari-hari Antri di Tanjung Priok, Pengusaha Truk Keluhkan Penerapan Sistem Booking

“Sejauh ini Toyota tidak merasakan dampak yang sama proses eksportasi dan  importasi TMMIN component. Sehingga masih berjalan normal dengan rata-rata dwelling time import dibawah 2 hari,” ungkap Bob kepada Kontan.co.id, Senin (27/3).

Dia menekankan kegiatan eksport pun sejauh ini tidak ada kendala. Bahkan unit-unit Toyota masih dapat di delivery ke pelabuhan-pelabuhan.

Toyota pun optimistis ekspor di tahun ini akan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu didorong oleh kondisi perekonomian yang semakin memulih. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×