kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.973   60,00   0,33%
  • IDX 5.730   87,08   1,54%
  • KOMPAS100 742   14,13   1,94%
  • LQ45 561   7,80   1,41%
  • ISSI 199   2,71   1,38%
  • IDX30 318   3,44   1,09%
  • IDXHIDIV20 390   1,15   0,30%
  • IDX80 84   1,28   1,55%
  • IDXV30 107   -0,08   -0,08%
  • IDXQ30 102   0,61   0,60%

Ada virus corona, kinerja operasional Indika Energy (INDY) stabil di kuartal I-2020


Rabu, 22 April 2020 / 18:12 WIB
ILUSTRASI. Indika Energy menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) berupaya mempertahankan kinerja bisnisnya di tahun ini di tengah badai pandemi virus corona.

Head of Corporate Communication Indika Energy Leonardus Herwindo mengatakan, kinerja operasional INDY masih terbilang positif hingga kuartal pertama lalu. Pada saat itu, realisasi produksi batubara Kideco Jaya Agung selaku anak usaha INDY telah mencapai 8,8 juta ton.

Catatan Kontan.co.id, produksi batubara dari tambang Kideco pada kuartal satu tahun lalu berada di level 8,3 juta ton. Artinya terjadi peningkatan produksi sebesar 6,02% (yoy) secara tahunan.

Baca Juga: Emiten Batubara Indika (INDY) dan Adaro (ADRO) Masih Nyaman Soal Kurs Rupiah

Volume penjualan batubara Kideco Jaya Agung di kuartal pertama lalu juga berada di level 8,8 juta ton.

Kontributor produksi batubara INDY juga berasal dari anak usaha lainnya yakni Multi Tambangjaya Utama (MUTU). Di kuartal pertama kemarin, MUTU sanggup memproduksi 479.000 ton batubara dengan volume penjualan sebesar 321.000 ton.

Di tengah wabah virus corona, INDY pun memastikan kegiatan produksi dan penjualan batubaranya dilakukan dengan memperhatikan prosedur kesehatan dan keselamatan bagi pekerja di area tambang.

Manajemen INDY juga masih mempertahankan target produksi batubara sebanyak 30,95 juta ton pada tahun ini. Jumlah tersebut terbagi atas produksi batubara dari Kideco Jaya Agung sebesar 29,65 juta ton dan Multi Tambangjaya Utama sebesar 1,3 juta ton.




TERBARU

[X]
×