kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45767,97   -12,34   -1.58%
  • EMAS1.024.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ada wacana pengembangan kereta api di Bali, begini kata KAI


Selasa, 11 Agustus 2020 / 22:07 WIB
Ada wacana pengembangan kereta api di Bali, begini kata KAI
ILUSTRASI. Dirut PT KAI Didiek Hartantyo

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan rencana pengembangan kereta api di Pulau Bali. Didiek mengatakan, sudah ada pembicaraan antara KAI dengan Pemprov Bali dimana Pemprov Bali berencana untuk membangun perkeretaapian dari Bandara Internasional Ngurah Rai dengan sejumlah destinasi wisata di daerah Sanur.

“Kami sedang program kajian bersama Pemda Bali dan salah satu investor,” kata Didiek dalam diskusi virtual bertajuk Transportasi untuk Merajut Keragaman, Selasa (11/8).

Didiek mengatakan, KAI dengan Pemprov Bali tengah mendiskusikan moda transportasi kereta api apa yang nanti akan layak dioperasikan. Termasuk mempertimbangkan autonomous rail rapid transit atau dikenal ART. 

Baca Juga: Pemerintah telah bangun 1.025 kilometer jalur kereta dalam lima tahun terakhir

Menurut Didiek, moda transportasi itu secara investasi dinilai lebih murah dan lebih cepat dalam proses pembangunannya.

“Mungkin dalam waktu dekat kami akan bicara lagi dengan Pemprov Bali untuk pengembangannya,” ucap Didiek.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri mengatakan, wacana pembangunan jaringan kereta api di Bali itu kemungkinan untuk mengkoneksikan wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan atau Sarbagita. Meski begitu, wacana ini masih dalam proses pembahasan.

“Sekarang memang masih dalam perencanaan kita,” kata Zulfikri.

Zulfikri mengatakan, pengembangan kereta api di luar Pulau Jawa seperti di Kalimantan, Sulawesi atau di Papua dilakukan secara bertahap dan masuk dalam rencana induk perkeretaapian nasional 2030. Pemerintah secara bertahap menyeimbangkan jaringan perkeretaapian di luar pulau jawa.

“Jadi kita punya rencana pengembangan 2030 tapi karena memang investasi di kereta api ini tidak sedikit oleh karenanya skala prioritas menjadi penting dalam pengembangan kereta api. Anggaran pemerintah untuk perkeretaapian itu sudah lebih 30 persen, kalau semua dibangun kereta api, darat laut bandara ngga kebangun-bangun,” ujar dia.

Sebagai informasi, dalam kurun waktu 2015-2019, pemerintah telah membangun 1.025 kilometer (Km) jalur kereta api. Dalam kurun waktu yang sama, pertumbuhan pergerakan perjalanan kereta api meningkat signifikan sejak awal tahun 2015. 

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jika pada 2015 grafik perjalanan kereta api sebanyak 1.599 perjalanan kereta per hari, maka pada 2019 grafik perjalanan kereta api menjadi 2.079 perjalanan kereta per hari.

Baca Juga: Gandeng Kejagung, KAI jalin kerjasama penanganan perdata dan pengembalian aset negara

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×