Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Mulai dari kebutuhan bahan pokok, persiapan hidangan sahur dan berbuka, hingga belanja kebutuhan Lebaran. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan keluarga menjadi semakin penting agar anggaran tetap terjaga setelah momen hari raya.
Berdasarkan studi Sun Life Financial Indonesia bertajuk Women’s Wealth in Focus: When Care Comes First, sekitar setengah perempuan Indonesia mengelola anggaran rumah tangga sehari-hari secara mandiri. Namun hanya sebagian kecil yang merasa siap menghadapi risiko finansial yang datang secara tiba-tiba.
Chief Client and Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia, Maika Randini mengatakan pengelolaan keuangan yang terencana dapat membantu keluarga menjaga stabilitas finansial, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
Baca Juga: JNE Prediksi Pengiriman Saat Ramadan-Lebaran Meningkat 20%-30%
"Sebagai langkah nyata dalam berikhtiar secara finansial, Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga. Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru'), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah. Karena tujuan THR bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi membantu keluarga tetap tenang setelahnya," ujarnya dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurut Maika, Ramadan dapat menjadi momentum bagi keluarga, terutama ibu rumah tangga, untuk menata kembali strategi keuangan. Di banyak keluarga, ibu memegang peran penting dalam mengatur berbagai kebutuhan, mulai dari belanja dapur hingga menyiapkan kebutuhan anak selama bulan puasa.
Agar kondisi keuangan tetap terjaga, keluarga dapat mulai dengan memisahkan gaji bulanan dari dana tambahan seperti tunjangan hari raya (THR). Gaji bulanan sebaiknya digunakan untuk kebutuhan rutin, sementara THR dialokasikan khusus untuk pengeluaran tambahan selama Lebaran.
Baca Juga: TikTok, Tokopedia, TikTok Shop Hadirkan Ramadan Ekstra Seru, Gerakkan Ekonomi Lokal
Selain itu, keluarga juga disarankan mulai menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kembali rencana keuangan jangka panjang agar kebutuhan pendidikan anak tetap terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin terjadi.
Literasi keuangan juga dapat dikenalkan kepada anak sejak dini. Salah satu caranya melalui tradisi pemberian angpao saat Lebaran, dengan mengajarkan anak untuk membagi uang yang diterima ke dalam beberapa pos seperti tabungan, kebutuhan pribadi, dan kegiatan berbagi.
Di sisi lain, perlindungan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan keluarga. Risiko kesehatan yang tidak terduga berpotensi memengaruhi kondisi finansial rumah tangga apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Menurut Maika, upaya mengelola keuangan, menabung, hingga mempersiapkan perlindungan merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjaga kesejahteraan keluarga. Ramadan pun menjadi waktu yang tepat untuk tidak hanya menata pengeluaran, tetapi juga merencanakan masa depan keuangan keluarga dengan lebih matang.
Baca Juga: Garudafood (GOOD) Targetkan Penjualan Kuartal I Tumbuh 10%, Didorong Momentum Ramadan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













