kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.148   -41,00   -0,23%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Adaptasi Digital Bawa Makaroni SOS dan Trendy Spring Bed Jadi UMKM Sukses


Kamis, 05 November 2026 / 07:58 WIB
Adaptasi Digital Bawa Makaroni SOS dan Trendy Spring Bed Jadi UMKM Sukses
ILUSTRASI. Kontan - Kilas Online (Dok. istimewa/Istimewa)


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Di era digital yang bergerak serba dinamis, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk semakin luas mendapat pelanggan baru. Platform e-commerce atau lokapasar tidak sekadar mengubah kebiasaan masyarakat berbelanja, tetapi secara efektif sukses mengembangkan bisnis UMKM lokal. Bukti nyata kekuatan ekosistem digital ini dapat dilihat dari kisah dua UMKM  asal Surabaya, Jawa Timur, yaitu Makaroni SOS dan Trendy Spring Bed.

Perjalanan kedua UMKM tersebut diangkat melalui Shopee Story Lab bersama Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira. Keduanya memiliki cerita tersendiri mulai dari jungkir balik usaha sampai meraup keuntungan dengan memaksimalkan berbagai fitur penjualan daring yang disediakan Shopee.

Kisah inspiratif pertama datang dari UMKM Makaroni SOS yang dibangun oleh Ahmad Adi Drajad dan Ayna Dai Makmur. Lahir di tengah tantangan masa pandemi pada September 2021, bisnis kakak beradik itu dimulai dari ide sederhana mencoba menjual camilan secara daring.

Siapa sangka, usaha yang awalnya hanya bermodalkan kenekatan dan uang tak sampai lima ratus ribu rupiah ini mampu menjadi sebuah pabrik camilan yang punya banyak konsumen setia.

Makaroni SOS kini sanggup memproses seribu enam ratus hingga dua ribu pesanan pelanggan setiap harinya. Angka fantastis ini bahkan bisa melompat hingga tiga kali lipat saat momentum kampanye tanggal kembar (double date) bergulir. Inovasi mereka juga terus berkembang.

Dari sekadar menjual camilan pedas, kini keranjang kuning mereka menawarkan lebih dari delapan puluh jenis produk unggulan dengan ratusan varian. Mereka turut serta merangkul dan memberdayakan para pelaku UMKM lokal lainnya untuk menjadi penyuplai harian.

"Kita itu juga mulai dari kecil, dari modal yang cuma tidak sampai Rp500.000 bahkan. Jadi memang untuk UMKM, terus saja riset pasar. Kita nggak selalu selamanya itu akan naik terus, pasti ada fase-fase down-nya,tapi tidak perlu merasa low terus-terusan. Yang penting kita berpikir maju terus," ujar Ahmad.

Kontan - Kilas Online

Rahasia utama di balik meledaknya mesin pesanan Makaroni SOS terletak pada kelihaian mereka mengoptimalkan fitur interaktif Shopee Live. Secara konsisten, mereka menyiarkan produknya hampir dua puluh empat jam penuh setiap hari dengan bantuan lima orang pemandu acara yang saling bergantian.

Untuk mengunci atensi penonton agar berujung pada pembelian,mereka rajin mengadakan program atraktif seperti "promo gledek", yakni strategi silang antara undian berhadiah dengan diskon banting harga bagi audiens yang rajin memberikan suka dan komentar di siaran. Manfaat fitur dan layanan Shopee sangat dirasakan oleh Makaroni SOS yang membantu dalam penjualan online.

Untuk itu, Ahmad mengajak UMKM lain untuk memanfaatkan platform lokapasar digital seperti Shopee untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain meningkatkan penjualan, UMKM dapat lebih inovatif dalam mengembangkan produk. “Momen penjualan naik turun selalu datang dan pergi. Kadang ada pesanan per hari tiba-tiba turun. Tapi memang kita akhirnya harus lihat sisi positifnya terus,” kata Ahmad.

Kontan - Kilas Online

Lain cerita dari Trendy Spring Bed datang membawa kisah haru tentang bisnis keluarga lawas yang nyaris surut. Beruntung, usaha tersebut segera beradaptasi dengan digitalisasi. Direktur Business & Development Trendy Spring Bed Vincentius Leonardo menjelaskan, usaha yang didirikan ayahnya tersebut telah berdiri sejak tahun 1990. Pabrik manufaktur kasur ini sejatinya pernah menikmati masa kejayaan luring.

Sayangnya, manajemen yang memburuk seiring mundurnya kesehatan sang ayah, himpitan kompetisi, dan piutang macet yang bertumpuk membuat roda perusahaan nyaris terhenti dan mendekati jurang kebangkrutan.

Menjajakan kasur di dunia luring belakangan memakan ongkos logistik yang teramat mahal. Sepercik harapan muncul ketika Stephanie Maria Angeline yang juga menjabat sebagai Direktur Digital Marketing Trendy Spring Bed iseng memasarkan produk tersebut via akun Shopee pribadinya.

Tak lama kemudian, usaha melalui Shopee laris dan mereka mengembangkan produk kasur tipe Synchronize Bonell Spring, inovasi kasur yang bisa divakum, dipres, dan digulung utuh masuk kotak tanpa merusak pegas. Temuan ini langsung memangkas harga pengiriman barang untuk masyarakat Indonesia.

Vincentius mengatakan, penjualan digital naik drastis menggunakan fasilitas canggih Shopee Ads. Dengan bermodal iklan senilai seratus ribu hingga lima ratus ribu rupiah di permulaan, omzet yang dikeruk sukses menyentuh angka Rp68 juta rupiah di bulan pertamanya, dan melonjak nyaris dua kali lipat ke angka Rp128 juta di bulan kedua.

"Kalau kita punya produk baru, kita suruh affiliate (afiliasi) jualin produk yang nggak viral, mereka pasti nolak semua. Tapi kalau algoritma kita suruh kerja, pokoknya kita kasih dia suplai, dia akan bekerja sesuai dengan job-nya dan dia pasti lakuin itu, nggak mungkin bohong," ucap Vincintius.

Tentu tidak hanya fitur iklan yang menjadi andalan, Shopee Live kini turut menjadi platform penting untuk menjaring pembeli lebih luas. Meyakinkan konsumen agar mau berbelanja perlengkapan rumah berukuran besar tentu butuh bukti visual. Melalui etalase siaran langsung berdurasi dua belas jam setiap hari, Vincentius membuktikan produk Trendy Spring Bed mampu mengembang sempurna kembali tanpa meninggalkan cacat sedikitpun ketika barang sampai rumah pembeli.

Demonstrasi transparansi ini merangsang angka konversi luar biasa masif hingga 40%, prestasi yang sulit disaingi oleh gelar pameran properti fisik di berbagai pusat perbelanjaan. "Tiga jam mereka live, itu paling jelek itu seratus (pesanan) pasti dapat. Kalau waktu bagus tiga jam kadang bisa sembilan ratus bisa sampai seribu lima ratus," tutur Vincentius.

Berkat kesuksesan dua UMKM ini, Shopee membuktikan manfaat digitalisasi sebagai jembatan paling inklusif yang mempersatukan kebutuhan konsumen dan produk UMKM. Radynal menjelaskan, Shopee mendukung ekspansi UMKM lokal secara digital untuk memperluas jangkauan pembeli. Dengan merambah digital, UMKM juga lebih kreatif dan inovatif dalam berjualan produk.

“Ini contoh konkret. Anak muda yang punya tekad dan bisa adaptasi sama digital. Jago melihat peluang,” jelas Radynal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×