kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Adhi Karya (ADHI) yakin target pendapatan Rp 23,3 triliun bisa tercapai


Kamis, 29 November 2018 / 20:34 WIB
ILUSTRASI. LRT Jabodebek


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyatakan bahwa target pendapatan Rp 23,3 triliun akan tercapai pada akhir tahun 2018.

“Kami optimistis, bisa tembus target sejauh ini sudah mendekati,” Kata Direktur Utama, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), Budi Harto kepada Kontan.co.id, Rabu (29/11).

Sayangnya ia enggan untuk memberitahu detail pendapatannya dari mana saja, meski begitu, dia bilang, yang pasti ada beberapa kontrak kerjasama baru yang belum ada di laporan keuangan terakhir.

Sementara itu, laporan keuangan ADHI menunjukan hal yang positif. Tercatat hingga kuartal III-2018 pendapatan perusahaan mencapai Rp 9,4 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu ADHI hanya mendapatkan Rp 8,7 triliun.

Budi menjelaskan bahwa pendapatan terbesarnya berasal dari proyek pemeritah. Adapun sumbangsihnya sampai saat ini mencapai 50% dari total pendapatan ADHI. Sisanya berasal dari kerjasama dengan proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Sementara itu, proyek light rail transit (LRT) tak bisa dipungkiri memberikan income yang tidak sedikit bagi ADHI. Budi mengatakan, bahwa LRT menyumbang 20% income perusahaannya.

Pada kontrak kerja pembangunan LRT, ADHI mendapatkan kucuran dana sebanyak Rp 21 triliun dari pemerintah. Pasalnya, pendanaan ini nanti akan dibayar melalu beberapa termin. ADHI baru sekali menerima dana pembangunan LRT, yakni pada termin I, Maret 2018 sebesar Rp 3,43 triliun.

“Minggu depan ada pembayaran lagi, termin II akan cair,” kata Budi (29/11). Adapun nilainya sebesar Rp 2,8 triliun. Ini berarti, pemerintah berkewajiban membayar Rp 14,77 triliun kepada ADHI di tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×