kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.886   -14,00   -0,08%
  • IDX 7.998   63,18   0,80%
  • KOMPAS100 1.128   11,06   0,99%
  • LQ45 819   2,93   0,36%
  • ISSI 282   4,14   1,49%
  • IDX30 426   0,23   0,05%
  • IDXHIDIV20 513   -2,20   -0,43%
  • IDX80 126   1,03   0,83%
  • IDXV30 139   0,00   0,00%
  • IDXQ30 139   -0,38   -0,27%

Agar dapat tax holiday, Inalum harus peroleh energi murah


Senin, 19 Desember 2011 / 23:07 WIB
ILUSTRASI. Petugas menata tumpukan uang dolar AS


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can


JAKARTA. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) harus mencari sumber energi murah supaya bisa mengantongi insentif pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan (tax holiday). Energi murah itu sebagai jaminan perusahaan itu bisa menjalankan proses peleburan aluminium.

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto menjelaskan, Inalum diusulkan memperoleh tax holiday karena menggarap usaha terintegrasi alumina menjadi aluminium. Menurutnya, bila Inalum lolos akan diajukan menteri perindustrian sebagai pemberi rekomendasi kepada menteri keuangan.

Kementerian Perindustrian juga mempersilakan perusahaan asing menggarap sektor investasi alumina. "Siapa saja sebenarnya boleh masuk tidak harus PT Inalum. Siapa yang duluan saja. Intinya supaya kita tidak terus-terusan ekspor bauksit," ungkap Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana.

Alumina merupakan salah satu unsur selain besi, air, asam silikat yang terkandung pada bauksit. Untuk mendapatkan alumina maka bauksit harus mengalami proses penjernihan. Sementara untuk mendapatkan aluminium maka alumina harus menjalani beberapa proses.

PT Inalum telah menggarap pasar itu melalui kerja patungan dengan Nippon Asahan Alumunium Co. Ltd (NAA). Hasil produksinya berupa alumunium sekitar 60% diserap Jepang sesuai bagian saham NAA, sedangkan sisanya diserap pasar domestik dan ekspor ke negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×