kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kebijakan Impor BBM Swasta: Skema Impor BBM Swasta Ditetapkan per 6 Bulan di 2026


Senin, 09 Februari 2026 / 05:33 WIB
Kebijakan Impor BBM Swasta: Skema Impor BBM Swasta Ditetapkan per 6 Bulan di 2026
ILUSTRASI. Kementerian ESDM resmi tetapkan periode impor BBM swasta 6 bulan sekali. Ini alasan pemerintah yakin pasokan tetap aman dan stabil.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap bahwa skema impor Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Badan Usaha (BU) swasta pemilik SPBU swasta di Indonesia akan ditetapkan per-6 bulan sekali.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, periode ini diputuskan agar pemerintah dapat melihat dinamika konsumsi BBM di dalam negeri.

"Nah, tahun ini kita sudah tetapkan 6 bulan. Jadi mereka diberikan impor untuk 6 bulan. Untuk tahun ini. Intinya kenapa 6 bulan? Kita ada waktu untuk melihat dinamika konsumsi," kata Laode saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (6/2/2026).

Selain untuk melihat dinamika konsumsi, menurut Laode 6 bulan akan memberikan cukup waktu jika BU swasta ingin mengajukan kembali perpanjangan impor.

Baca Juga: Strategi PLN Perkuat Ekosistem EV Hijau, Andalkan Home Charging hingga SPKLU

"Yang kedua, kita ada waktu untuk mereka mengusulkan kembali perpanjangannya. Kalau kemarin kan baru ngajuin, nggak tahunya habis, lalu ngajuin lagi. Nah, kita sudah belajar dari situ, jadi diberikan timeline yang agak panjang," jelas Laode.

Tapi yang pasti, Laode bilang volume impor BBM tahun 2026 akan mirip dengan tahun 2025, dimana terdapat penambahan 10% jika dibandingkan volume impor sepanjang 2024.

"Ya kan sudah ditetapkan mirip tahun 2025," kata dia.

Sebelumnya, dalam catatan Kontan, Laode juga sempat menyebut Kementerian ESDM akan menggunakan sistem periodik atau bertahap beberapa kali sepanjang tahun ini.

Menurut Laode, dengan sistem ini maka kuota impor BBM swasta tidak akan diberikan langsung untuk satu tahun penuh.

"Kami tidak berikan (kuota impor BBM) sekaligus, jadi ada evaluasi juga. Tidak diberikan langsung 1 tahun, tapi ada periodisasinya," ungkap Laode di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/01/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×