kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Agen properti asing incar investor lokal


Senin, 23 Mei 2011 / 08:16 WIB
ILUSTRASI. Awan gelap menyelimuti kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (12/1/2020). BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca hari ini di Jabodetabek sebagian wilayah berpotensi hujan.


Reporter: Maria Rosita | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Investor Indonesia tampaknya jadi sasaran pengembang properti di luar negeri. Beberapa agen properti asing gencar menawarkan investasi properti di luar negeri. Salah satunya Qudoss Pte Ltd dari Singapura yang sejak awal bulan Mei ini menawarkan kondominium hotel dan asrama di London, Inggris.

Lia Meyrina, Perwakilan Pemasaran Qudoss Indonesia, berpromosi bahwa prospek hotel di Inggris masih cerah. Kini, Inggris kekurangan sekitar 30.000 kamar hotel. Padahal, Inggris merupakan negara tujuan wisata favorit kedua di Eropa setelah Prancis.

Hal ini terlihat dari okupansi hotel di Inggris yang minimal 80%."Kalau menjual properti ke warga asli Inggris, mereka bisa kena pajak 40% dari kenaikan harga hunian. Khusus warga negara asing, pemerintah tidak mengenakanpajak itu. Makanya, kami membidik investor dari Indonesia," klaim Lia kepada KONTAN, Sabtu (21/5).

Qudoss menawarkan investasi di kondotel sekitar Rp 2 miliar per unit. Sementara, untuk asrama mahasiswa,Qudoss menawarkan harga mulai Rp 300 juta per unit. "Setiap tahun, investor akan mendapatkan return 10% dengan waktu break event point selama 10 tahun," papar Lia. Kondotel ini akan disewakan selama 20 tahun.

Minat investor untuk berinvestasi di Singapura pun tak kalah mencuat. Stefanny, Perwakilan Pemasaran Far East Organization mengatakan, penjualan apartemen Far East ke warga negara Indonesia di kuartal I-2011 tumbuh 15%-20%. "Permintaan apartemen di Orchard paling ramai," ungkap Stefanny.

Secara umum, tahun lalu, penjualan apartemen dan kondominium di Singapura tumbuh 30%-40%. Menurut Stefanny,peningkatan permintaan properti di Singapura disebabkan semakin banyak orang Indonesia yang melancong ke negeri Marlion itu.

Menjawab tren ini, Far East terus mengembangkan properti di jantung kota Singapura. Saat ini, Far East memiliki 50 proyek di Singapura. Khusus di Orchard, Far East memiliki lima proyek, yang masing-masing proyek terdiri dari 50 menara. Far East menjual apartemen seharga Sin$ 700.000 per unit dan Sin$ 900.000 per unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×