kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.729   10,00   0,06%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

AIF 2026 Tawarkan 15 Proyek Infrastruktur Asia Senilai US$ 16 Miliar


Selasa, 16 Juni 2026 / 09:55 WIB
AIF 2026 Tawarkan 15 Proyek Infrastruktur Asia Senilai US$ 16 Miliar
ILUSTRASI. waste to energy (danantara/Danantara)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Infrastructure Asia membawa lebih dari 15 proyek infrastruktur senilai lebih dari US$ 16 miliar ke hadapan investor dan pelaku industri dalam gelaran Asia Infrastructure Forum (AIF) 2026.

Proyek yang mencakup sektor energi, transportasi, dan ekonomi sirkular tersebut berasal dari berbagai negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, dan India, serta ditawarkan sebagai peluang investasi yang diperkirakan mulai memasuki pasar dalam dua tahun mendatang.

Beberapa proyek yang dipromosikan antara lain Metro Manila Subway Project di Filipina, Madhya Pradesh Battery Energy Storage System Programme di India, serta Intermediate Treatment Facility Sunter Waste-to-Energy Project di Indonesia.

Baca Juga: SMI Targetkan Pendanaan Rp 24 Triliun untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur 2026

Sebagian besar proyek tersebut diperkirakan akan memasuki pasar dalam dua tahun mendatang sehingga membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur untuk berpartisipasi dalam pengembangan maupun pembiayaan proyek.

Selain itu, Infrastructure Asia juga menandatangani empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sejumlah lembaga regional dan internasional untuk memperkuat pengembangan proyek infrastruktur berkelanjutan di Asia.

Kesepakatan tersebut diteken dalam gelaran Asia Infrastructure Forum (AIF) 2026 yang berlangsung di Singapura, Senin (16/6).

Mitra yang terlibat meliputi Indonesia Infrastructure Guarantee Fund (IIGF), Public-Private Partnership (PPP) Center Filipina, Private Infrastructure Development Group (PIDG), dan World Bank Group.

Melalui kerja sama tersebut, Infrastructure Asia menargetkan peningkatan kelayakan proyek (bankability) serta memperluas akses pembiayaan melalui berbagai skema pendanaan inovatif.

Selain itu, kemitraan ini juga ditujukan untuk memperkenalkan proyek-proyek prioritas di kawasan kepada pelaku industri dan investor yang berbasis di Singapura.

Baca Juga: Waskita Karya Raih Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kalsel Senilai Rp1,02 T

Executive Director Infrastructure Asia, Lavan Thiru mengungkapkan, kebutuhan infrastruktur di Asia terus meningkat di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Kolaborasi yang lebih erat antara sektor publik dan swasta menjadi kunci untuk mengubah peluang investasi menjadi proyek yang dapat direalisasikan.

“Tema tahun ini, Bold Actions, mencerminkan urgensi untuk mendorong kolaborasi yang lebih tegas dan terkoordinasi antara sektor publik dan swasta agar peluang infrastruktur dapat diwujudkan menjadi proyek yang layak investasi dan dapat diimplementasikan,” ujarnya dalam gelaran AIF 2026 di Singapura, Selasa (16/6/2026).

Selain penandatanganan empat MoU tersebut, Hanoi Metropolitan Railway Management Board dan Singapore Cooperation Enterprise juga menjalin kerja sama untuk mendukung pengembangan transportasi perkotaan di Vietnam.

Infrastructure Asia akan mendukung kolaborasi tersebut melalui pengembangan proyek, penyediaan konsultasi teknis, dan program peningkatan kapasitas.

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Proyek RSUD Cendrawasih Dobo Rp 217,97 Miliar

AIF 2026 mengusung tema “Bold Actions for a Sustainable Asia” dan dihadiri lebih dari 800 pemimpin pemerintahan, investor, pengembang proyek, serta penyedia solusi infrastruktur dari berbagai negara di kawasan Asia.

Forum ini diselenggarakan bersama oleh Infrastructure Asia, Ministry of Finance Singapore, Enterprise Singapore, dan Monetary Authority of Singapore dengan World Bank Group sebagai mitra strategis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×