kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Air Asia: Asean single aviation market harus dipandang positif


Rabu, 25 April 2018 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Air Asia X


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai penerbangan Air Asia menyambut positif kebijakan penerbangan regional untuk penerbangan terpadu di Asia Tenggara atau yang dikenal ASEAN SAM (single aviation market). Bagi Air Asia, terdapat potensi bisnis yang besar dari sektor pariwisata maupun bagi bisnis penerbangan.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan menjelaskan potensi terbesarnya, konektivitas setiap bandar udara akan semakin baik. Ia mencontohkan, dengan adanya Asean SAM penerbangan dari Kuala Lumpur ke Labuan Bajo bisa dilakukan langsung tanpa harus mampir ke Soekarno Hatta terlebih dulu.

“Jangan dilihat sempit bahwa wah berbondong-bondong Indonesia diserbu dapat apa. Tapi justru benefit yang dilihat dari pariwisata itu besar,” kata Dendy Rabu (25/4).

Di sisi lain memang dari segi tenaga kerja, pilot misalnya, akan semakin bersaing di luar negeri. Tetapi Dendy justru mengajak agar fenomena itu bisa terjadi sebaliknya. Sebab, ketersediaan pilot di Indonesia yang masih nganggur cukup banyak

“Mungkin tidak kita ekspor (pilot) ke negara Asean yang butuh? Toh sama kok kalau pendidikannya pakai airbus, masa di Singapura sama Malaysia beda? Training-nya sama, simulator sama kok,” tutur Dendy.

Asean SAM merupakan kebijakan yang diusulkan Asean Air Transport Working Group pada 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×