kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Air Asia minta deadline kewajiban ekuitas ditunda


Kamis, 30 Juli 2015 / 19:32 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Menjelang batas akhir kewajiban kepemilikan ekuitas postif kepada seluruh perusahaan penerbangan di tanah air, maskapai berbiaya murah Indonesia Air Asia mengajukan permohonan penundaan keterlambatan. Sunu Widyatmoko, Presiden Direktur PT Indonesia Air Asia beralasan masih membutuhkan waktu untuk meminta restu para pemegang sahamnya.

“Kami usulkan ke kementerian sekitar 2 bulan lagi atau sekitar akhir September,” ujarnya kemarin (30/7).

Menurutnya untuk bisa mengambil keputusan menyangkut pemenuhan ekuitasnya ke arah positif harus dilakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu. Sayangnya Sunu masih belum bisa memastikan pelaksanaan RUPS. Ia hanya mengatakan untuk mengirimkan undangan rups saja diperlukan waktu selama kurang lebih 2 minggu.

Meski akhirnya meleset dari rencana, tetapi Air Asia Indonesia masih menyakini kondisi keuangannya cukup sehat. Namun Sunu menolak berkomentar ketika disinggung kabar kesulitan keuangan yang mendera sang induk Air Asia Berhard. Sunu memastikan keterlambatan pemenuhan persyarat ekuitas ini tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi dengan kondisi keuangan pemegang 48,9% sahamnya.

Julius Adravida Barata, Kapuspenkum Kementerian Perhubungan mengaku masih akan menunggu pemenuhan kewajiban ekuitas itu hingga batas akhir yang ditetapkannya. “Pokoknya semuanya tunggu besok Senin saja,” tandas Julius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×