kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Airlangga Ungkap Penggunaan AI di Vale (INCO) Tambah Produksi Nikel 182 Ton per Tahun


Selasa, 06 Oktober 2026 / 14:39 WIB
Airlangga Ungkap Penggunaan AI di Vale (INCO) Tambah Produksi Nikel 182 Ton per Tahun
ILUSTRASI. Tambang nikel di Morowali (KONTAN/Cheppy A Muchlis)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas industri, termasuk sektor hilirisasi nikel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penerapan AI telah mulai dilakukan sejumlah industri di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, termasuk pada aktivitas produksi nikel.

Menurut Airlangga, salah satu penerapannya dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan memanfaatkan AI atau machine learning pada area kerja dengan kondisi yang tidak ramah bagi manusia, seperti di sekitar furnace yang memiliki temperatur sangat tinggi.

Baca Juga: POCO Luncurkan Produk Flagship Terbaru, Klaim Permintaan F Series Naik 35%

“Beberapa industri termasuk Vale Indonesia itu sudah menggunakan AI terutama untuk di tempat-tempat kerja yang tidak human friendly. Seperti dekat furnace itu yang temperatur kerjanya sangat tinggi,” ujar saat ditemui di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (6/10/2026). 

Ia menyebut pemanfaatan machine learning tersebut mampu meningkatkan tingkat kepatuhan dari 89% menjadi 95%. Selain meningkatkan kepatuhan, penerapan teknologi tersebut juga berdampak pada kenaikan produksi.

“Dan meningkatkan produksi tambahan 182 ton nikel per tahun. Jadi ini hanya bisa dilakukan oleh AI,” lanjut Airlangga.

Airlangga menilai pemanfaatan AI menjadi bagian penting dari pengembangan hilirisasi industri ke depan. 

Menurutnya, hilirisasi tidak cukup hanya mengandalkan pengolahan bahan mentah, tetapi harus semakin berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah.

Selain industri nikel, pemerintah juga mendorong penerapan AI pada sektor manufaktur melalui machine-to-machine learning, internet of things (IoT), dan konsep industri 4.0.

Airlangga mengatakan otomatisasi bahkan memungkinkan sejumlah fasilitas produksi tetap beroperasi ketika terjadi gangguan seperti pemadaman listrik.

Baca Juga: Produk Olahan Kelapa Kian Diminati, Tetra Pak Dorong Pengolahan untuk Pasar Ekspor

“Ini sekarang pabrik mati lampu pun bisa jalan karena mereka sudah menggunakan otomatisasi,” katanya.

Pemerintah pun melihat AI bukan sekadar teknologi pendukung industri, tetapi juga sebagai salah satu penggerak lahirnya industri baru, termasuk data center. 

Airlangga menyebut kebutuhan terhadap lahan, listrik, air, serta data yang kredibel menjadi faktor penting dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia.

Pemerintah mendorong industri nasional untuk menaikkan level hilirisasi melalui pemanfaatan teknologi, termasuk AI, agar produktivitas dan nilai tambah industri dalam negeri semakin meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×