kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Akhir Agustus, harga ayam diprediksi turun


Jumat, 13 Agustus 2010 / 11:27 WIB


Reporter: Adi Wikanto |

JAKARTA. Pekan pertama di bulan puasa, harga daging ayam mengalami kenaikan. Namun, Menteri Perdagangan (Mendag), Mari Elka Pangestu, meyakinkan kenaikan harga ayam tidak akan terus berlanjut. Bahkan, di akhir bulan ini, Mari optimis harga ayam akan turun.

Sekadar Anda tahu, harga daging ayam broiler di Jakarta pada hari ini sudah menembus Rp 35.000 per ekor. Padahal, data di Kementerian Perdagangan (Kemdag), harga daging ayam broiler pada awal Agustus hanya berkisar Rp 26.000 per ekor.

Menurut Mendag, kenaikan harga daging ayam tersebut masih normal. Bila mengalami lonjakan, itu akibat faktor musiman. "Awal puasa, harga ayam memang selalu naik," kata Mari, usai mengikuti rapat koordinasi di Kementerian Perekonomian, Jumat (13/8).

Mari memprediksi, pada akhir Agustus nanti, harga daging ayam akan mengalami penurunan. "Bulan Agustus ini sudah dimulai panen ayam broiler, sehingga pasokan akan melimpah dan harga akan turun kembali," kata Mari.

Mendag menambahkan, musim panen tersebut akan berlangsung sampai bulan September mendatang. Dengan demikian, hal ini bisa menjaga harga daging ayam saat lebaran tidak membumbung tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×