kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Akhirnya, pemerintah tambah kuota BBM subsidi


Selasa, 22 Mei 2012 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. pelanggan platform. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kabar gembira bagi daerah yang kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) siap menambah kuota BBM untuk daerah tersebut .

Hal tersebut disampaikan oleh Evita Herawati Legowo, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (22/5). Menurut Evita, kuota tambahan BBM tersebut diperoleh dari volume BBM subsidi yang ditahan pada APBN sebesar 2,5 juta kiloliter.

Untuk itu, pemerintah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk segera membagi jatah BBM subsidi tersebut. “Ini sudah hampir selesai, kemungkinan dalam waktu dekat akan ada pengumuman kuota baru oleh BPH Migas,” kata Evita.

Sebelumnya, kuota BBM yang ditetapkan untuk daerah adalah pembagian dari jatah BBM subsidi sebesar 37,5 juta kiloliter. Sebelum ada perubahan APBN, DPR meminta pemerintah menahan konsumsi BBM subsidi 2,5 juta kiloliter dari kuota sebesar 40 juta kiloliter. BBM inilah yang akan dijadikan sebagai cadangan fiskal.

“Walau nanti ada tambahan, belum tentu cukup. Setidaknya kan bisa lebih besar dari yang kemarin,” kata Evita. Ia menghimbau agar daerah tidak egois meminta volume yang lebih besar. Daerah harus turut memikirkan agar konsumsi nasional tidak melebihi 40 juta kiloliter.

Evita menyadari, konsumsi BBM bersubsidi bisa melampaui kuota yang diberikan pemerintah. Apalagi, kebijakan pembatasan BBM subsidi untuk mobil pribadi gagal diberlakukan. Dalam perkiraan Evita, konsumsi BBM subsidi bisa mencapai 43,5 juta kiloliter setelah pembatasan konsumsi mobil pribadi ditunda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×