kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.526   26,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akhirnya, pemerintah tambah kuota BBM subsidi


Selasa, 22 Mei 2012 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. pelanggan platform. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kabar gembira bagi daerah yang kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) siap menambah kuota BBM untuk daerah tersebut .

Hal tersebut disampaikan oleh Evita Herawati Legowo, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (22/5). Menurut Evita, kuota tambahan BBM tersebut diperoleh dari volume BBM subsidi yang ditahan pada APBN sebesar 2,5 juta kiloliter.

Untuk itu, pemerintah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk segera membagi jatah BBM subsidi tersebut. “Ini sudah hampir selesai, kemungkinan dalam waktu dekat akan ada pengumuman kuota baru oleh BPH Migas,” kata Evita.

Sebelumnya, kuota BBM yang ditetapkan untuk daerah adalah pembagian dari jatah BBM subsidi sebesar 37,5 juta kiloliter. Sebelum ada perubahan APBN, DPR meminta pemerintah menahan konsumsi BBM subsidi 2,5 juta kiloliter dari kuota sebesar 40 juta kiloliter. BBM inilah yang akan dijadikan sebagai cadangan fiskal.

“Walau nanti ada tambahan, belum tentu cukup. Setidaknya kan bisa lebih besar dari yang kemarin,” kata Evita. Ia menghimbau agar daerah tidak egois meminta volume yang lebih besar. Daerah harus turut memikirkan agar konsumsi nasional tidak melebihi 40 juta kiloliter.

Evita menyadari, konsumsi BBM bersubsidi bisa melampaui kuota yang diberikan pemerintah. Apalagi, kebijakan pembatasan BBM subsidi untuk mobil pribadi gagal diberlakukan. Dalam perkiraan Evita, konsumsi BBM subsidi bisa mencapai 43,5 juta kiloliter setelah pembatasan konsumsi mobil pribadi ditunda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×