kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.919   49,00   0,27%
  • IDX 5.676   -144,30   -2,48%
  • KOMPAS100 733   -18,90   -2,51%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,31   -2,14%
  • IDX30 318   -7,50   -2,31%
  • IDXHIDIV20 392   -8,80   -2,19%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Akibat banjir, pengusaha truk terancam rugi sampai puluhan miliar


Selasa, 25 Februari 2020 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Truk melintasi banjir yang menggenangi Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2020). Asosisasi Pengusaha Truk (Aptrindo) menaksir potensi kerugian hingga Rp 30 miliar gara-gara banjir. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

"Mesti di cek lagi, apa ada asuransinya? kalau tidak, tentunya harus dibicarakan lagi antar dua pihak (pengusaha truk dan yang punya barang), walaupun ini force majeure. Kalau asuransi juga melihat-lihat lagi," jelasnya.

Menurut Kyatmaja, setiap harinya ada sekitar 20.000 truk yang melakukan aktivitas muat-angkut di wilayah Tanjung Priok dan di daerah sekitaran Jakarta. Kyatmaja mengatakan, pengusaha truk tidak bisa melakukan antisipasi terkait dampak banjir ini, kecuali hanya menghentikan aktivitas operasional.

Baca Juga: Ditanya soal banjir berkali-kali terjang Jakarta, ini jawaban Anies

Sehingga, para pengusaha hanya berharap adanya antisipasi banjir dari pemerintah di tengah kondisi musim hujan seperti saat ini. 

"Kita nggak bisa antisipasi, palingan stop operasi saja untuk mengamankan aset karena takur truk rusak. Yang penting ini antisipasi pemerintah pada masa-masa banjir agar hal ini tak terus terulang," tandas Kyatmaja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×