kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.900   18,00   0,10%
  • IDX 6.309   -64,41   -1,01%
  • KOMPAS100 825   -10,46   -1,25%
  • LQ45 628   -6,24   -0,99%
  • ISSI 218   -2,00   -0,91%
  • IDX30 351   -3,30   -0,93%
  • IDXHIDIV20 427   -2,56   -0,60%
  • IDX80 94   -1,14   -1,19%
  • IDXV30 118   -0,77   -0,65%
  • IDXQ30 111   -0,76   -0,68%

AKSES Dorong Minyak Sawit Merah Masuk Jaringan Koperasi Desa, Ini Alasannya


Kamis, 13 Agustus 2026 / 13:50 WIB
AKSES Dorong Minyak Sawit Merah Masuk Jaringan Koperasi Desa, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Produk minyak makan merah (Dok/Kemenkop UKM)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan minyak sawit merah dinilai tak hanya berpotensi meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. 

Untuk memperluas akses terhadap produk tersebut, Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES) mendorong distribusi minyak sawit merah melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ketua AKSES, Suroto mengatakan, jaringan KDMP dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan distribusi minyak sawit merah kepada masyarakat. Menurutnya, produk tersebut memiliki potensi besar karena mengandung berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

Suroto juga melihat pengembangan minyak sawit merah dapat menciptakan ekosistem industri baru di tingkat desa, terutama di wilayah yang berada di sekitar perkebunan dan pabrik kelapa sawit. 

Ia mendorong agar produksi minyak sawit merah dapat dikembangkan dalam skala industri rumahan atau home industry sehingga manfaat hilirisasi sawit dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Produk-produk unggulan seperti minyak sawit merah kita harapkan akan muncul dari industri-industri rumah tangga di berbagai daerah. KDMP diharapkan bisa menjadi jaringan bisnis dan ruang promosi bagi produk-produk unggulan tersebut," ujar Suroto dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: GAPKI Dorong Produktivitas dan Hilirisasi Demi Genjot Daya Saing Industri Sawit

Menurut Suroto, minyak sawit merah memiliki potensi dan keunggulan yang besar. Pemanfaatannya perlu didorong agar tidak hanya memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi dan sosial.

Dari sisi ekonomi, pengembangan minyak sawit merah sebagai produk hilir sawit dinilai dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Produk tersebut juga berpotensi berkontribusi terhadap stabilitas harga tandan buah segar (TBS) koperasi petani dan meningkatkan daya saing industri sawit nasional.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian IPB University, Prof Endang Prangdimurti, mengatakan minyak sawit merah memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Produk tersebut memiliki kandungan tokoferol, tokotrienol, hingga karotenoid yang tinggi.

Minyak sawit merah juga mengandung tiga elemen penting bagi kesehatan manusia, yakni pro-vitamin A, vitamin E, dan squalene. Menurut Endang, apabila kandungan tersebut dapat dioptimalkan, minyak sawit merah berpotensi menjadi salah satu solusi untuk persoalan stunting di Indonesia.

Baca Juga: DSI Klaim Gap Harga Ekspor Sawit Menyempit, Petani Sawit Minta Bukti

Ia menjelaskan, kandungan pro-vitamin A berperan penting dalam mengatur gen untuk hormon pertumbuhan, menjaga sistem imun tubuh, serta mencegah infeksi pencernaan. Sementara itu, squalene berfungsi dalam pembentukan kolesterol baik yang menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan otak.

"Jadi, memang minyak sawit merah ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi," kata Endang.

Endang mengimbau agar minyak sawit merah dapat disajikan dalam bentuk suplemen, seperti kapsul atau sirup. Menurutnya, bentuk tersebut dapat menjadi pilihan karena minyak sawit merah memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan manusia.

Manfaat kesehatan minyak sawit merah, lanjut dia, mencakup kemampuan dalam mencegah dan mereduksi penyakit kardiovaskular hingga mencegah gangguan kognitif seperti Alzheimer dan Parkinson.

"Penyajian produk minyak sawit merah bisa seperti minyak ikan. Jadi, minyak sawit merah dikonsumsi oleh manusia untuk suplemen," ujarnya.

Endang berharap apabila minyak sawit merah diproduksi dalam bentuk suplemen, produk tersebut dapat lebih diterima oleh masyarakat. Ia juga mendorong peningkatan konsumsi minyak sawit merah agar masyarakat dapat merasakan manfaat kesehatan dari produk tersebut.

Selama ini, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong inovasi sawit dan pengembangan produk hilir sawit yang bernilai tambah melalui program penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit. Salah satu produk hilir yang dinilai memiliki potensi besar adalah minyak sawit merah.

"Semoga dengan berbagai penyempurnaan, produk minyak sawit merah bisa lebih diterima oleh masyarakat," harap Endang.

Baca Juga: Indonesia Punya Potensi Biomassa Sawit Terbesar di Dunia, Hilirisasi Jadi Kunci

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×