kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.078   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.925   12,07   0,20%
  • KOMPAS100 770   1,23   0,16%
  • LQ45 588   0,20   0,03%
  • ISSI 204   0,75   0,37%
  • IDX30 332   -0,24   -0,07%
  • IDXHIDIV20 411   -0,66   -0,16%
  • IDX80 88   0,15   0,18%
  • IDXV30 112   0,56   0,50%
  • IDXQ30 107   -0,40   -0,38%

Alasan teknis bikin KCJ setia order KRL Jepang


Senin, 21 Maret 2016 / 20:54 WIB


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) hingga saat ini masih setia menggunakan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) buatan Negeri Sakura Jepang. Alasannya karena kemiripan spesifikasi teknis kondisi rel Indonesia dan Jepang.

Menurut Eva Charunisa, Manajer Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), kondisi rata-rata lebar rel di kedua negara sama yakni sekitar 1,067 mm.

Sedangkan kebanyakan negara lain sudah memiliki lebar rel yang lebih luas yakni 1.435 mm. "Sehingga produk KRL nya juga menyesuaikan dan untuk sementara hanya cocok dari Jepang," ujar Eva, Senin (21/3).

Seperti diketahui bersama, tahun ini KCJ akan mendatangkan kembali secara bertahap 60 unit KRL dari Jepang. Rencananya akan dibagi tiga gelombang hingga akhir tahun dan akan dimulai pada bulan Juli ini. Sedangkan tahun lalu, KCJ mengimpor 120 unit.

Meski pun merupakan KRL bekas, namun Eva meyakinkan bahwa kualitas produk Jepang sangat baik. "Bisa tahan 10-15 tahun ke depan," tegasnya. Ia juga menjelaskan perbedaan yang cukup signifikan antara KRL bekas dengan KRL anyar. Untuk KRL baru, satu unitnya bisa mencapai Rp 12 miliar-Rp 14 miliar. Sedangkan KRL bekas cukup ditebus dengan nominal Rp 800 miliar hingga Rp 1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×