Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mengusulkan perubahan jajaran komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (7/5). Salah satu agenda utamanya adalah penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Presiden Komisaris baru.
Manajemen menyebut perubahan susunan pengurus dilakukan untuk memperkuat struktur kepemimpinan di tengah kebutuhan bisnis yang terus berkembang, sekaligus menopang arah pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Irfan Setiaputra dikenal pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pengalaman memimpin perusahaan besar dinilai menjadi nilai tambah bagi Anabatic dalam menghadapi persaingan industri teknologi yang semakin dinamis.
Selain Irfan, perseroan juga mengusulkan Prasetio sebagai Komisaris Independen dan Victor Budi Tanuadji sebagai Komisaris baru. Dalam saat yang sama, perusahaan menerima pengunduran diri Hideaki Ohaishi dan Rieko Kawaguchi dari jajaran direksi, serta mengusulkan Jonathan Budi Tanuadji sebagai direktur baru.
Baca Juga: Laba Anabatic Technologies Tumbuh 13,2%, Ini Pendorong Kinerja 2025
Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk Harry Surjanto Hambali mengatakan, perubahan pengurus merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat arah bisnis ke depan.
“Penunjukan Presiden Komisaris baru ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kepemimpinan ATIC berada dalam posisi yang tepat dalam menangkap peluang masa depan,” ujar Harry dalam keterangan resmi, Kamis (7/5).
Ia menambahkan, perusahaan optimistis mampu menjaga pertumbuhan seiring penguatan struktur manajemen dan kondisi keuangan yang membaik.
“Dengan struktur yang diperkuat dan posisi keuangan yang semakin solid, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan berkelanjutan,” tambahnya.
Dari sisi kinerja, Anabatic membukukan laba bersih 2025 tumbuh 13,2% secara tahunan. Margin laba bruto naik menjadi 13,6%, sedangkan margin laba bersih mencapai 3,9%. Sementara itu, ekuitas perseroan meningkat 33,3% dibanding tahun sebelumnya.
Ke depan, Anabatic menargetkan pertumbuhan melalui pengembangan solusi transformasi digital, seperti modernisasi data dan AI digital contact center. Pada segmen Cloud & Digital Platform Partner, perseroan menambah 26 produk baru sepanjang 2025 serta meluncurkan dua produk berbasis intellectual property sendiri.
Manajemen juga melihat prospek industri teknologi informasi dan komunikasi nasional masih terbuka lebar. Nilai pasar sektor ini diperkirakan mencapai US$ 46 miliar pada 2025 dengan proyeksi pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sekitar 8%–10% hingga 2030.
Baca Juga: Anabatic Technologies (ATIC) Bidik Pendapatan Tumbuh 5% pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












