kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Anak Usaha Alfa Energi (FIRE) Tak Bor Eksplorasi pada September 2026, Ini Alasannya


Senin, 12 Oktober 2026 / 21:55 WIB
Anak Usaha Alfa Energi (FIRE) Tak Bor Eksplorasi pada September 2026, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Aktivitas Terminal Batu bara, pelabuhan palaran, Samarinda (KONTAN/Panji Indra)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) mengungkap anak usahanya, PT Alfara Delta Persada, tidak melakukan pengeboran sebagai aktivitas eksplorasi pada September 2026.

Berdasarkan laporan eksplorasi periode September 2026, tidak adanya aktivitas pengeboran tersebut sejalan dengan rampungnya kegiatan infill drilling batubara di Blok M pada Agustus 2024.

Selain itu, manajemen FIRE memaparkan PT Alfara Delta Persada belum merencanakan kembali kegiatan infill drilling pada blok-blok lainnya.

Meski tidak melakukan pengeboran, anak usaha FIRE ini tetap menjalankan kegiatan eksplorasi melalui pemantauan kondisi pit, pengukuran survei, serta pemetaan geologi dan survei topografi. 

Aktivitas ini difokuskan pada area Blok M dan Blok W di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Saka Energi Gali Potensi Migas WK Pekawai, Bakal Bor Sumur Eksplorasi di Kuartal III

"Kegiatan pemantauan dilakukan untuk mengamati kondisi lapangan dan perkembangan pit sehubungan dengan kemajuan kegiatan pertambangan," jelas manajemen FIRE dalam keterbukaan informasi, Senin (12/10/2026).

Perusahaan juga disebut melakukan pengukuran untuk menentukan posisi titik pengamatan dan mengidentifikasi kedudukan batubara pada area yang dipantau.

Hasil pengukuran selanjutnya digunakan untuk menyusun profil pada setiap titik pengamatan. Data tersebut kemudian direkonsiliasi dengan model geologi yang telah tersedia, guna mengevaluasi kesesuaian antara kondisi geologi aktual dan model yang digunakan dalam kegiatan operasional tambang.

Adapun kegiatan pemantauan dan pemetaan tersebut berada di bawah pengawasan tim teknis dan operasional perusahaan, dengan tanggung jawab Divisi Eksplorasi.

"Pelaksanaannya melibatkan senior geologist, pengawas geologist, serta tim survei untuk memastikan kegiatan sesuai dengan kebutuhan teknis dan kondisi aktual di lapangan," jelas manajemen.

Baca Juga: Permintaan Batubara Diproyeksi Naik pada Kuartal IV-2026, Harga Cenderung Menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×