kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Saka Energi Gali Potensi Migas WK Pekawai, Bakal Bor Sumur Eksplorasi di Kuartal III


Jumat, 31 Juli 2026 / 21:10 WIB
Saka Energi Gali Potensi Migas WK Pekawai, Bakal Bor Sumur Eksplorasi di Kuartal III
PT Saka Energi Indonesia menggali potensi minyak dan gas bumi (migas) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai (Saka Energi/dok)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Saka Energi Indonesia menggali potensi minyak dan gas bumi (migas) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur.

Saka Energi merencanakan pengeboran satu sumur eksplorasi pada kuartal III-2026 sebagai langkah strategis untuk membuka potensi sumber daya migas baru.

Pekawai merupakan salah satu WK eksplorasi yang dikelola oleh Saka Energi Indonesia melalui PT Saka Energi Sepinggan.

Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menetapkan Saka Energi sebagai operator WK Pekawai dengan skema gross split pada 16 Mei 2018.

Baca Juga: Strategi Pertamina Lubricants Memperkuat Pasokan Oli di Indonesia Timur

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Saka Energi Indonesia, Fuji Koesumadewi mengungkapkan sejak dipercaya pemerintah sebagai operator, Saka Energi terus mengembangkan potensi WK Pekawai yang memiliki wilayah eksplorasi seluas 1.555 km², mencakup area darat (onshore) dan lepas pantai (offshore).

Fuji menyatakan bahwa WK Pekawai merupakan salah satu aset eksplorasi strategis SAKA yang memiliki prospek cukup menjanjikan.

"Melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerja ini,” ungkap Fuji melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Jumat (31/7/2026).

Dalam menjalankan komitmen eksplorasi di WK Pekawai, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di sektor hulu migas ini secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan eksplorasi.

Mulai dari studi geologi dan geofisika yang berhasil mengidentifikasi dua prospek utama, yaitu Prospek Saka Manpatu (SM)-1 dan Prospek Hanna di area lepas pantai.

Sejak tahun 2022, Saka Energi juga bersinergi dengan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk mematangkan kedua prospek tersebut.

Baca Juga: Rencana Pengembangan Disetujui, Saka Energi Produksi Migas Ronggolawe 2029

Upaya ini diperkuat pada tahun 2024 dengan diperolehnya persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi (PJWE) hingga 15 Mei 2028, sehingga memberikan ruang bagi pelaksanaan program eksplorasi yang lebih komprehensif.

Sebagai tindak lanjut, pada awal tahun 2026 Saka Energi memperoleh persetujuan dari PGN untuk melaksanakan pengeboran sumur appraisal SM-1 dengan target kedalaman sekitar 12.000 ft sebagai bagian dari pemenuhan komitmen pasti eksplorasi.

Pengeboran ini diharapkan dapat membuktikan keberadaan sumber daya migas di WK Pekawai sekaligus membuka peluang pengembangan melalui skema unitisasi dengan PHM.

Selain itu, survei geologi dan geokimia di area darat juga sedang dilaksanakan sebagai bagian kegiatan geologi dan geofisika (G&G) yang ditargetkan rampung pada 2026.

“Rencana pengeboran sumur eksplorasi menjadi salah satu tonggak penting untuk membuktikan potensi sumber daya yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut," ujar Fuji.

Baca Juga: Saka Energi Targetkan Produksi Migas 24.000 BOEPD pada 2026

Potensi WK Pekawai dinilai menjanjikan karena memiliki karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola PHM yang telah memiliki Plan of Development (POD).

Sekitar 10%–24% struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai, sehingga hidrokarbon yang telah teridentifikasi di lapangan tersebut diyakini menerus hingga ke area WK Pekawai.

"Selain itu, posisi WK Pekawai yang berada di antara sejumlah lapangan migas produktif, seperti Manpatu, E. Mandu, dan Jempang Metulang, semakin memperkuat prospeknya sebagai salah satu aset eksplorasi strategis SAKA yang berpotensi memberikan tambahan sumber daya migas bagi Indonesia," tandas Fuji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×