kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   0,00   0,00%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Anak Usaha Tripar Multivision (RAAM) Bakal Buka Bioskop Baru di Kalimantan


Kamis, 13 April 2023 / 20:39 WIB
ILUSTRASI. Anak usaha Tripar Multivision (RAAM), Platinum Cineplex bakal buka bioskop baru di Kalimantan


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) lewat anak perusahaannya,  PT Platinum Sinema (PS) berencana untuk menambah jaringan bioskop di tahun ini. 

Pengelola jaringan bioskop dengan merek dagang Platinum Cineplex ini akan memasuki pasar  Kalimantan dengan membuka bioskop Platinum Cineplex baru di sana. 

"Tahun ini kami mau masuk ke Kalimantan ini lagi kami siapkan," ungkap Direktur Tripar Multivison Plus Amit Ramesh Jethani, ketika ditemui di Jakarta, kemarin. 

Baca Juga: Genjot Produksi dan Bioskop, Multivision Plus (RAAM) Incar Dana IPO Rp 232,30 Miliar

Untuk diketahui, Platinum Cineplex sudah berdiri sejak tahun 2013 dan kini memiliki 10 cabang dengan total 32 kayar di beberapa kota di Indonesia antara lain Ambon, Bitung, Baturaja, Lahat, Kolaka, Palopo, Magelang, Majenang, Sidoarjo dan Solo. 

Menurut pemaparan Amit, saat ini Platinum Sinema masih fokus mengembangkan jaringan bioskop di Kota Tier 2 dan Tier 3. Dan dalam beberapa tahun ke depan, barulah pihaknya akan mulai menyasar kota tier 1.

 

Namun dia tak memerinci berapa bioskop baru yang akan ditambah perusahaan di tahun ini. Dari sisi investasi, dana yang dibutuhkan berkisar Rp 5 miliar-Rp 8 miliar untuk satu bioskop bergantung juga pada jumlah layar yang disediakan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×