Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) menyiapkan sejumlah langkah dalam memitigasi dampak kekeringan ekstrem El Nino terhadap produksi pertambangan nikel perusahaan.
Sebagai informasi, bisnis nikel ANTAM mencakup produksi bijih nikel dan feronikel. Kegiatan operasionalnya mencakup penambangan bijih nikel di sejumlah wilayah, termasuk Kolaka, Sulawesi Tenggara dan Halmahera Timur, Maluku Utara, serta pengolahan feronikel di pabrik Pomalaa, Kolaka.
Sekretaris Perusahaan Antam Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, hingga saat ini, Antam terus memantau perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah operasi, termasuk kegiatan pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.
Baca Juga: Aturan Baru SPM Jalan Tol Ditargetkan Terbit Oktober 2026, Sanksi BUJT Diperketat
"Kondisi musim kering yang berlangsung lebih panjang dapat memengaruhi sejumlah aspek operasional, terutama terkait ketersediaan air dan pengelolaan kegiatan penambangan," jelasnya kepada Kontan, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, saat ini operasional pabrik feronikel perusahaan di Pomalaa juga masih berjalan dengan pengelolaan dan pemantauan secara intensif terhadap kebutuhan utilitas pendukung, termasuk ketersediaan air dan pasokan energi.
Sejalan dengan itu, Antam disebut terus melakukan penyesuaian agar kegiatan produksi nikel dapat tetap berjalan secara optimal.
Wisnu menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi untuk mengantisipasi kondisi El Nino saat ini, serta melakukan optimalisasi operasional sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dengan proses penambangan, pengangkutan, hingga pengiriman bijih nikel yang berpotensi terdampak El Nino, Antam melakukan pengaturan kegiatan penambangan dan hauling serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana.
Antam, kata Wisnu, juga melaksanakan pemantauan dan pengamanan pasokan energi sebagai operational buffer, pengelolaan stok bijih, serta penyesuaian jadwal pengiriman apabila diperlukan.
"Dengan langkah tersebut, Antam berupaya menjaga kesinambungan operasional dan pemenuhan kebutuhan pelanggan di tengah dinamika kondisi cuaca," terang Wisnu.
Selain itu, ia bilang koordinasi antar fungsi operasional juga terus diperkuat perusahaan. Hal ini untuk memastikan kebutuhan fasilitas pengolahan dapat dipenuhi dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan pengelolaan lingkungan.
Terkait risiko dampak El Nino terhadap kinerja bisnis nikel Antam, Wisnu bilang, pihaknya masih mencermati perkembangan kondisi cuaca dan berbagai faktor eksternal yang bisa memengaruhi kegiatan operasional.
Namun, yang jelas, Antam telah memasukkan faktor cuaca sebagai salah satu risiko operasional yang perlu dimitigasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pertambangan dan pengolahan.
"Ke depan, Antam akan terus menerapkan perencanaan operasi yang adaptif, menjaga kesiapan fasilitas produksi dan rantai pasok, serta melakukan optimalisasi di seluruh wilayah operasi untuk menjaga keberlanjutan produksi dan kinerja bisnis nikel," pungkas Wisnu.
Baca Juga: Persaingan Ketat, Menjelang Akhir Tahun, Produsen Elektronik Menggenjot Penjualan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














