kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

AP3MI Merespon Seruan Aksi Boikot Produk Pro Israel, Apa Katanya?


Kamis, 16 November 2023 / 07:15 WIB
AP3MI Merespon Seruan Aksi Boikot Produk Pro Israel, Apa Katanya?
ILUSTRASI. Boikot produk: Barang-barang konsumsi rumah tangga di display sebuah Supermarket di Jakarta Selatan, Senin (2/8/2022).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) Uswati Leman Sudi mengatakan, langkah memboikot produk-produk yang disinyalir terafiliasi dengan Israel akan membawa dampak negatif secara jangka panjang ke industri ritel dalam negeri. 

“Hulu ke hilir (perdagangan) dengan adanya isu yang sedang beredar itu pasti terganggu, hulunya ada di kami dan hilirnya di ritell. Jadi industri maupun distribusinya (akan terganggu),” ujar Uswati saat ditemui Kontan dalam konferensi pers di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/11)

Dia menambahkan, daftar produk-produk yang tersebar luas di media sosial sudah dikonfirmasi oleh AP3MI, dan produk-produk tersebut ungkapnya tidak terafiliasi ke Israel. 

Baca Juga: Aprindo: Seruan Boikot Produk Pro Israel Berdampak pada Penurunan Penjualan Ritel

“Yang pastinya, semua di list tersebut diproduksi di indonesia. Kami juga sudah tanyakan ke teman-teman anggota (AP3MI), mereka tak ada satupun yg memberi sumbangan kepada negara tersebut atau berafiliasi dengan Israel,” jelasnya. 

Ia menambahkan, jika aksi boikot ini dibiarkan terus, maka hak-hak konsumen untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka dinilai bisa terabaikan. 

“Kedua, tentu saja kita bisa bayangkan distribusi itu dari industri kepada ritell maupun ke pasar tradisional, itu kan pasti akan terganggu juga pasokannya, karena tidak ada permintaan dari konsumen,” tambahnya. 

Saat ditanya dampak dari aksi boikot ini, Uswati mengatakan boikot ini baru terjadi kurang dari sepekan, oleh karena itu pihaknya sedang berusaha mengumpulkan data dari para perusahaan yang terdampak. 

Baca Juga: Menkeu Israel Sarankan Emigrasi Sukarela Warga Gaza ke Negara Lain

“Karena ini (boikot) kelihatannya baru 5-6 hari, jadi memang kami sudah minta kepada anggota untuk penurunan tren bisnis mereka seperti apa. Karena sampai ke hulu belum kelihatan angkanya, mungkin di tengah sudah ada,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, jika aksi ini berjalan secara berkepanjangangan, maka jika dianalisis menggunakan prinsip Pareto, bisa mempengaruhi penjualan di sektor hilir sampai 50%.

Untuk diketahui, prinsip Pareto atau sering disebut dengan prinsip 80:20. Hal tersebut karena dalam prinsip ini menyatakan bahwa sekitar 80% keuntungan dari suatu bisnis, sebenarnya dihasilkan oleh 20% produk yang terjual. 

Baca Juga: Dituding Pro Israel, Ini Tanggapan Coca Cola RI atas Seruan Boikot

“Kalau ini terjadi terus menerus, kita kalau kita bicara menggunakan Pareto, dalam kategori yang sama itu 80% dari total bisnis ya. Kalo pengurangan, biasanya isu ini dari yang kecil-kecil jadi berkembang, mungkin bisa 50% turunnya (penjualan) dan itu objektif pemerintah akan sulit tercapai jika ini tidak segera ambil langkah konkret,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×