kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

APBI: Pasar ban alat berat untuk jasa pertambangan masih dikuasai asing


Selasa, 30 Maret 2021 / 22:49 WIB
APBI: Pasar ban alat berat untuk jasa pertambangan masih dikuasai asing
ILUSTRASI. Pekerja toko ban di Jakarta memeriksa kondisi ban baru sebelum digunakan konsumen, Senin (25/1). APBI: Pasar ban alat berat untuk jasa pertambangan masih dikuasai asing.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

Dikatakan Aziz, prospek bisnis ban ke Amerika Serikat dinilai masih menjanjikan untuk saat ini. Hal tersebut karena penerapan pajak impor tinggi yang dibebankan Amerika Serikat kepada produk ban dari China, membuat ekspor ban lokal ke Amerika Serikat terselamatkan. 

“Ekspor dari China ke Amerika itu ditimpakan pajak impor yang tinggi oleh Amerika yaitu 40%. Sehingga pemerintah (Amerika Serikat) mengatakan ban merk ini (produk dari China) tetap kena pajak impor tinggi, itu yang menyelamatkan kita,” jelasnya. 

Aziz meminta pemerintah untuk bijak dalam membuat kebijakan berkenaan dengan impor ban asing. Sebab, para pengusaha lokal pun ingin ikut berkontribusi di pasar industri hulu. 

“Sekarang tolonglah dirangsang mereka (pengusaha ban lokal) untuk membuat ban besar. Satu-satu-nya jalan adalah mengatur impor,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×