kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Aperlindo Targetkan Penjualan 90 juta LHE tahun ini


Kamis, 19 Februari 2009 / 12:18 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) menargetkan penjualan Lampu Hemat Energi (LHE) yang diproduksi anggotanya sebanyak 90 juta unit tahun ini.

Ketua Umum Aperlindo John Manoppo optimis, target tersebut bisa tercapai seiring dengan berlakunya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56/2009 mulai Februari 2009. Sekadar informasi, peraturan itu memuat pembatasan impor LHE.

Menurut John, pembatasan impor lampu dari luar negeri akan memperkecil jumlah lampu ilegal yang beredar di pasaran. Akibatnya, produsen lampu dalam negeri bisa menjual lebih banyak lagi barang dagangannya.

"Kami mencatat, penjualan LHE sepanjang Januari sampai November 2008 itu rata-rata 8,5 juta unit per bulan. Menjelang diberlakukannya Peraturan pembatasan impor itu penjualan Desember 2008 menurun menjadi 2,5 juta unit. Artinya lampu ilegal dari impor juga sudah tidak banyak beredar lagi, ini positif buat industri lampu dalam negeri," kata John, Kamis (19/2).

Atas dasar itulah, John menargetkan penjualan LHE dari 24 perusahaan anggotanya dapat memenuhi separuh kebutuhan lampu pelanggan listrik PT PLN (Persero). Menurutnya, tahun lalu jumlah pelanggan kelas rumah PLN sebanyak 36 juta rumah. Dalam hitungan John, kalau satu rumah menggunakan 5 lampu saja maka secara keseluruhan ada ceruk 180 juta lampu yang digunakan pelanggan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×