kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.016   -33,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

APHI mulai buka pasar ke Australia


Selasa, 29 Agustus 2017 / 19:37 WIB
APHI mulai buka pasar ke Australia


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mulai membuka pasar ekspor kayu ke Australia. "Sekarang memulai pembukaan pasar baru, Australia masih butuh kayu dari Indonesia," ujar Indroyono Soesilo, Ketua APHI kepada KONTAN, Jakarta, Selasa (29/8).

Australia memiliki ketertarikan terhadap kayu Indonesia yang telah memiliki Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK). Sebelumnya Australia membeli kayu dari Indonesia melalui Singapura. Namun, APHI berniat akan memangkas jalur distribusi sehingga lebih mendekatkan jarak antara produsen dengan konsumen.

Pemangkasan tersebut dilakukan dengan jalan perdagangan elektronik. Pada ekspor pertama akan dilakukan pengiriman kayu potong sebanyak sepuluh kontainer setiap bulan. Pengiriman tersebut melibatkan industri kecil.

SVLK diakui Indroyono meningkatkan ketertarikan pembeli karena dianggap kayu tersebut legal. Sebelumnya SVLK hanya diterapkan untuk negara Eropa. Namun, saat ini mulai dibuka pasar baru.

SVLK merupakan salah satu yang masuk ke dalam Sistem Informasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (SIPHPL). Sistem ini dinilai Indroyono lebih transparan dan akuntabel.

Sistem tersebut juga diakui Indroyono dapat menambah pendapatan negara karena terdapat kejelasan data. Tahun 2016 pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari kayu termasuk ekspor sebesar Rp 3,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×