kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

APINDO: Ada FTA, Australia lebih untung


Jumat, 20 Agustus 2010 / 15:25 WIB
APINDO: Ada FTA, Australia lebih untung


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi menyambut pesimis rencana pemerintah untuk melauching rencana free trade agreement (FTA) Indonesia – India. Menurutnya, FTA dengan Australia justru lebih banyak menguntungkan Negeri Kanguru tersebut.

“Australia itu pasarnya kecil sehingga mereka yang akan lebih banyak memanfaatkan pasar kita yang besar,” kata Sofyan Wanandi usai menemui Menteri Perdagangan di Jakarta, Kamis Malam (20/8).

Dilihat dari jumlah penduduk jauh meninggalkan jumlah penduduk Indonesia. “Dari segi pasar lebih baik pasar India yang berpenduduk 1 miliar ketimbang pasar Australia,” kata Sofyan.

Australia punya banyak kepentingan untuk merangkul Indonesia dalam perdagangan bebas ini; diantaranya memasarkan komoditi gandumnya ke Indonesia. “Selain itu mereka juga punya produk peternakan juga,” kata Sofyan.

Ia mengharapkan, bila pemerintah ingin melansir kerjasama FTA dengan Australia, maka Indonesia harus mendapatkan kelebihan khusus yang juga bisa membuka akses pasar di Australia.

Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu bilang pemerintah saat ini baru akan memulai negosiasi FTA dengan Australia paska selesainya join studinya. “Kami baru memulai dan baru mau lauching,” kata Mari.

Mari menghitung, keuntungan yang bisa didapatkan oleh Indonesia dalam kerangka kerjasama tersebut adalah adanya kerjasama perdagangan untuk peningkatan kapasitas perdagangan, dan kerjasama teknis pengembangan perekonomian.

“Termasuk kerjasama di sektor pertanian, karena saat ini ekspor ke Australia sangat ketat peraturannya terutama di Badan Karantina,” jelas Mari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×